Saturday, August 14, 2010

Sampah, untuk Anak Cucu kita, hehehe

Coba deh kalian pikirin tentang lingkungan kebersihan di masa depan. kalo di otak saya akan terbayang dua kondisi
pertama, masa depan kita kotor abis, sampah sampah bertumpukan di kanan kiri jalan. bau, dan ternyata hidung kita sudah di pasang alat pewangi sendiri. wkwkwk
Kedua, masa Depan ternyata gak sekejam yang dibayangakan, masa depan kita bersih, jalan yang rapi, dan bersih, mulus, gak ada satu pun sampah terlihat.wkwkwkkw

Imagin pertama saya memiliki fakta pendukung dan penolak.
fakta pendukungnya adalah, produksi sampah perhari nya sudah mulai tak bisa dihitung lagi, mulai dari sampah industri besar, limbah, Jajanan kita di jalan, atau sampah rumah tangga. kalian bisa bayangin gak seberapa banyak? bentar saya mau googling dulu.. hehehehe
nah dapet, tahun 2008 Sampah di Indonesia mencapai 167 Ton perhari, mau tau yang update? googling lagi deh, 2010 Secara nasional produksi sampah per hari mencapai 200.000 (dua ratus ribu) ton, wooow berapa kali lipat tuh. seberat apa tuh.wkwkwkw
terus dimasa depan ada berapa ribu ton lagi perharinya??Wkwkwwkw (saya tertawa ketakutan sekarng)
fakta penolak nya akan saya jabarkan di Imagin ke dua saya. hehehe

Imagin Kedua saya ini berisi info dan harapan saya dimasa depan tentunya. saya yakin bahwa sebagaimana pun usaha kita mengurangi produksi Sampah, sudah tidak bisa kita tekan lagi. karena kebutuhan kita akan sampah semakin meningkat(loh kok gitu?) iya kan, coba deh makanan yang kita makan selalu di sertai Sampah, dari bungkus mie, bungkus permen, termasuk yang tradisional sekalipun, Tusuk sate dan bungkus daun, hahaha.
permen nya diemut, sampah permen pergi kemana?

Eh, ada penolongnya nih, Sekarang dan di masa depan Sampah akan lebih di berdayakan, (mungkin gak ya jadi Sumber daya Alam Sampah, hehehe), misalnya nih Pembangkit listrik tenaga sampah, terus daur ulang sampah menjadi barang lain. Sampah organik bisa dijadikan kompos. Artinya bila kita bisa memberdayakan sampah kita bisa menciptakan masa depan yang lebih baik. masa depan yang bukan tanpa sampah, tapi masa depan yang sampah nya bisa bermanfaat.hehehe
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Denpasar

Yaaa,,, tapi itu kalo kamu Mau memanfaatkannya, bukan hanya saya, dan kamu, tapi minimal, 5 dari 10 orang mau memanfaatkan maka masalah sampah akan lebih bisa diatasi. kan Gak mungkin dong, kalo sampah kita yang 200.000 ton itu teratasi semua hanya dengan pembangkit listrik dan daur ulang sampah. Buktinya liat bak sampah di rumah kita. masih banyak gak sampah. terus kamu liat deh sampah di bak sampah pinggir jalan. masih banyak gak? liat deh di TPA (Tempat pembuangan Akhir) masih ada gak sampah?coba kamu pikir lagi sampah harian kamu di rumah, bisa gak kamu jadikan barang jadi semua. misal dalam sehari ada 1 Kg sampah, kamu jadikan barang jadi 1 Kg juga. gak kan. bisa jadi kamu hanya memilah milah mana yang bisa mana yang kamu buang juga.wkwkwkw artinya. Sampah harian dirumah kita saja belum bisa kita manfaatkan secara penuh.
Nah, mau ngajak berpikir lagi nih, misalnya kebiasaan kita yang suka membuang sampah sembarangan. ada yang beranggapan bahwa nanti juga ada yang bersihin, hmmm gak sepenuhnya bener sih.
kemarin misalnya saat saya sedang jalan jalan naik kereta Ekonomi. Di dalam kereta banyak yang menjajakan makanan. Terus apa yang saya liat, para penumpang yang udah makan, sampahnya dibuang kemana? tempat sampah? ah gak ada temapat sampah di dalam kereta, jadi mereka buang sampah keluar kereta(yaaa saya juga terpaksa sih melakukan itu..hiihihhihihi). Nah di kereta itu saya temenung melihat kejadian itu. saya berpikir bagaimana Ratusan tahun akan datang, atau bahkan ribuan tahun akan datang. Sampah sampah itu menjadi Fosil. dan ada bekas Historis tentunya, terutama sampah plasti. Coba apa yang akan anak cucu kita pikirkan tentang nenek moyangnya.
iiiiiiiihhhhh

duuuhh bauuu !!!!!


Pertama, Sampah itu membuktikan bahwa teknologi kita telah modern, kita mimiliki sistem ekonomi, dan perdagangan maju. ada cap merk dalam produksi plastik misalnya. Perusahan perusahaan besar sudah diibaratkan suatu Peradaaban mewah, karena sampah yang ada merk itu beredar dimana mana, di desa, di kota, diberbagai provinsi atau di luar negeri ada bungkus permen yang sama. hahaha (ada wajah wajah artis terpampang dalam produk itu, semoga mereka gak berpikir itu foto dewa seperti penggalian arkeologis kita hehehe)
Kedua, Tumpukan sampah itu bisa membuktikan bahwa masyarakat ternyata suka kebersihan dengan mengorganisir sampah di tempat tempat tertentu. ingat "kjoken modinger" (tumpukan kerang, yang merupakan sampah dapur manusia purba zaman Mesolithikum)
Ketiga, anak cucu kita membayangakan bahwa ternyata disisi lain kita ini jorok juga, dengan penemuan sampah sampah di pinggir jalan dan sepanjang rel kereta api. terus sungai yang ada endapan endapan sampah, bahan kimia yang juga mengendap di dasar sungai, (mungkin mereka akan berspekulasi bahwa sungai besar itu adalah saluran pembuang sampah wkwkwkw)

"Dikemudian hari anak cucu kita telah memiliki sistem pengorganisir sampah yang jauh lebih modern dibanding kita sekarang. karena setiap orang nya peduli akan kebersihan, peduli akan lingkungan hidup, peduli sampah. dan peduli akan anak cucu mereka nantinya." v ^_^

nb : 
foto: diambil dari berbagai sumber di Google
info: Palembang, kota yang memimiliki beberapa penghargaan dalam bidang kebersihan antara lain seperti yang saya copy paste dari Wikipedia.org
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2007 (Adipura Award)
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2008 (Adipura Award)
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2009 (Adipura Award)
  • Peringkat I Kota Metropolitan Terbersih se-Indonesia 2010 (Adipura Award)
  • Taman Kota Terbaik se-Indonesia atas nama Kambang Iwak (KI Family Park)
  • Asean Environment Sustainable City 2008, sebagai Kota Terbersih se-Asean.
Ini satu kebanggan kita. ayo teruskan, Lestarikan untuk masa Depan.

0 comments:

Post a Comment