Wednesday, September 8, 2010

KETUPAT

Tinggal menghitung jam untuk kita menyalakan obor dan bertakbiran. Hari Kemenangan akan menghampiri kita, lalu benarkah kita telah menang. ? disini saya menafsirkan bebas. sehingga saya memandangnya  kita belum sepenuhnya menang.
Ramadhan tahun ini akan meninggalkan PR yang gak bisa kita selesaikan saat ini. beberapa hal yang saya catat
1. Kasus Indonesia dan Malaysia.
2. Rencana Pembakaran Al Qur'an pada 11 September di Amerika.

sebenarnya masih ada banyak kasus lagi, tapi dua hal ini yang saya cermati akhir akhir ini.
mengapa kita tidak mengambil falsafah dari Ketupat?
seerat ketupat, lebih erat Silaturahim kita,, ^_^

Ketupat adalah makanan yang  sering dihidangkan umat muslim khususnya di daerah Asia Tenggara (terutama Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Filipina) ketika merayakan Lebaran . Ketupat adalah simbol keeratan silaturahim (menyambung sayang). ketupat di bentuk dari satu buah janur yang kuning, Kuning menandakan kedewasaan. satu janur terdiri dari dua helai. yang terhubung oleh satu lidi. artinya kita semua bersaudara dan satu. walau helaian janur dipisah dari lidinya yang membuat tercerai. itu bukan halangan. dua buah helai janur itu dianyam hingga menjadi satu buah ketupat. simbol bahwa apapun yang telah memisahkan kita, kita harus menjalinnya lagi. bahkan lebih erat, dan harus lebih indah. menganyam janur memerlukan Ilmu dan teknik. seperti menjalin silaturahim ternyata memerlukan ilmu nya. agar senantiasa terus terjalin dan bukan hanya sekedar acara saja. Setelah menjadi sebuah anyaman ketupat, anyaman itu kemudian diisi dengan beras.atw ketan. Di masak dan ketika menjadi Ketupat yang matang, kita lihat beras beras itu pun menyatu.dan lengket atau erat. itu adalah simbol silahturahim dan persatuan kita.

Dari falsafah itu Indonesia dan Malaysia harusnya memandang bahwa mereka layaknya ketupat lebaran. silaturahim yang memenangkan. Mikir besarnya Indonesia dan Malaysia, mengapa tidak kita mulai dari diri kita. untuk saling memaaf kan dan mengakui kesalahan. Dengan semangat Silaturahim ketupat. kita makan bersama. bercanda dan tertawa. Tidak mudah terprovokasi orang orang yang gak makan ketupat.wkwkwk
.
Ketupat sendiri banyak diartikan tiap masrakat di tiap daerah, dan  berbeda beda pula pengartian dan penyebutanya. Namun  saya yang notabene orang keturunan jawa masih ingat dengan kata orang tua saya.
Ketupat dari bahasanya berarti Kupat, atau Ngaku Lepat yang berarti Mengakui kesalahan. ya, itu yang biasa dilakukan saat lebaran kan? mengakui kesalahan dan saling meminta maaf.
dalam bahasa jawa ada istilahnya kiblat papat lima pancer(empat penjuru, kelima pusatnya adalah pancer), kata kata ini banyak tafsiranya ada yang mengartikan keseimbangan arah mata angin. dan berpusat pada satu hal. dan tidak melupakan Pancer (Tuhan Yang Maha Esa)/kemanapun manusia menuju kembalinya kepada Allah.
cukup menarik perhatiian saya, ketika saya menulis ini sambil bertanya tanya dengan Ibu tentang makna kata kata itu dan menilitinya lagi dari beberapa sumber di internet. lanjut lagi ya. kiblat papat lima pancer bisa diartikan 4 nafsu manusia dalam tradisi jawa. amarah(emosi), aluamah(nafsu makan), supiah(nafsu untuk memiliki sesuatu yang indah atau bagus), dan mutmainah(nafsu untuk memaksa diri).  yang berarti ketika kita berlebaran dan makan ketupat. kita telah mengalahkan dan menaklukaan itu. ya walau hanya sekedar simbol, tapi bila kita memaknainya, apa salahnya.

Dan coba bayangkan kalo seluruh umat muslim bersatu, jangan berani berani bakar Al Qur'an. karena kalian siap siap konfrontasi dengan para umat Islam. bisa di ganyang tuh orang orang yang mau bakar Al Qur'an. wkwkwkwk soal rencana 11 September itu saya tadi malem dah kirim surat kepada Pak Presiden untuk bersikap. semoga pesan saya itu dia baca. ya semoga saja. Amiin.

dan karena dah mau Lebaran nih. saya mau berpantun

Mangan kupat nganggo santen.
Menawi lepat, nyuwun pangapunten.
(Makan ketupat pakai santan.
Bila ada kesalahan mohon dimaafkan.)
Happay Lebaran day !!!

0 comments:

Post a Comment