Friday, September 17, 2010

Praja Muda Karana

akhir akhir ini status facebook banyak yang mengkritisi anggota DPR yang ingin Study Banding (ternyata gak cuma pelajar atau mahasiswa juga ya) ke negara lain untuk melihat pramuka (what??)

terdengarnya sih kayak anggota DPR akan memakai pakaian coklat coklat dan Baret setiap hari sabtu. terus bawa stock (Tongkat kayu) latihan baris berbaris hingga malem maen api Unggun di halaman gedung DPR (nah sama kan paling nanti siangnya juga tidur)

berbaju coklat Pramuka adalah saya saat berumur kurang dari 4 tahun.karena sangat inginnya bersekolah. saya keliling kampung dengan pakaian sekolah milik mamas saya. wkwwkwkwk. spirit Pramuka!!

oke, saya kurang faham apa maunya rakyat dan apa maunya pemerintah dengan Pramuka.

Saya dulu ikut pramuka dari kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP, yang paling inget, saya dimasukkan tim inti karena badan saya tegap tinggi. tapi saya gak pernah diikutkan lomba. hahaha ya karena tinggi sendiri langkah kakiku tidak sama dengan langkah kaki teman teman. lalu saya masih ingat bagaiman saya dihukum pelatih senior dengan harus berjalan pompa 2 lapangangan volly dan tennis. karena saya terlambat datang ikut latihan.
saat di Pramuka saya pun merasa sangat iri, dengan teman teman yang diberi kesempatan untuk berprestasi. ikut jambore ke malaka. ikut lomba ini lomba itu.. dan saya hanya tepuk pramuka saja. sesekali melempar senyum walau mataku perih karena keringat dari kepala kerap memasuki bola mataku.
ya itu dulu, tapi ada 3 hal yang terus di doktrin dalam ke Pramukaan.

Pertama, Siapa bisa keras terhadap hidup, maka hidup akan melunakkannya.
maksudnya kenapa kita harus berleha leha dirumah. denger musik, nonton tv aja dirumah. sesekali ketawa kalo presenternya lucu. yaa gak papa sih gitu, tapi coba deh pikirin masa depan dimana kita berdiri sendiri. dimana kita tak mau berhutang uang atau berhutang budi. dimana kita memiliki beban yang lebih berat lagi. dimana prestasi bukanlah yang dituju lagi. dimana perut akan berbicara sendiri apa yang di telannya.?
dan ibu juga ayah? saya masih ingat bagaiman renungan suci saat malam Persami (perkemahan sabtu minggu). saya gak bisa nangis, tapi mendengar isak tangis teman teman yang lain. gak cowok gak cewek, ku dengar, ku sudah coba ikut menangis. juga gak bisa. tapi ku masih ingat bagaiman Kakak pembina memberikan imaginasi yang mengerikan bagiku, "ketika saya pulang berkemah hari ini, saya merasakan kaki dan badan sangat lelah, tapi rasa itu sungguh menyenangkan. saya ingin memberi tahukan kepada Ibu, bahwa saya telah mendapatkan lambang rakit, dan lambang lainnya. saya berhasil menyelesaikan tantang hari ini. saya ingin katakan pada ibu, Bu lambang ini ku dapatkan dengan tidak mudah. perjuangan yang ku peroleh ini tidak lain karena ibu merestui ku pergi berkemah. ibu sangat tahu apa yang ku butuhkan. Tetapi di tepi jalan ku lihat bendera hijau melambai. ku lambatkan langkah kemudian berlari ke depan rumah. orang orang telah ramai. Ada apa ini? dan semua orang berusaha menguatkan ku. disana ku lihat sosok Wanita yang sangat ku sayang. dia terlihat tertidur" tapi semua orang menangis. kakak pembina menambahkan. bagaimana dengan kita setelah kepergian orang tua yang kita sayang. yang berusaha menghidupi kita. yang memasakkan makan tiap pagi untuk kita sarapan? ya itu adalah pengalaman pramuka ku dulu.
oh ya ada 2 hal lagi doktrin yang yang kami pelajari
kedua.Trisatya, ini harus kami hafali dan kami serap nilainya seperti belajar Pancasila.
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
2.  Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3.  Menepati Dasa Dharna 


dan ke tiga Dasadharma Pramuka
Dasa Dharma

Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela Menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin Berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan


nah dua hal ini Trisatya dan Dasadharma. seharusnya pemerintah, kita dan masyrakat menggalinya. ini yang harus diajarkan. dan rasanya di seluruh dunia hanya Indonesia yang punya Trisatya dan Dasadharma(liat aja namanya).

Kalau dulu saya ikut pramuka, saya masih ingat bagaimana setiap latihan kami menghafal 13 kata kata itu. mengucapkannya di Lapangan dengan lantang. dan kami lupa. bagaiman kami menjalankannya sekarang. Yang kita pikirkan hanya study bandingnya aja.. berkemahnya. atau kumpul kumpul sambil bakar api unggunnya aja. gak salah sih apa yang kita pikirkan. tapi bila spirit pramuka itu hilang. apalah gunanya semua itu.

satu hal lagi Indonesia adalah negeri ke Dua dengan jumlah anggota pramuka terbesar kedua di dunia.8.100.000 anggota pada tahun 2005  . lalu kenapa kita gak merasakan kehadiran pramuka? jawabannya bukan pramuka kurang diberdayakan. tapi karena kita gak melirik pramuka. pramuka hanya ekskul..padahal Setiap jiwa Pramuka siap melayani masyarakat. coba deh inget inget lagi kapan terakhir kali media meliput dan menyiarkan tentang pramuka? hayo kapan terakhir kali?? ya cuma setahun sekali setiap hari kelahiran Pramuka. disitu presiden berpidato. setelah itu? apa pernah kita terpikir membuat acara TV yang khusus menampilkan ke Pramukaan? yang bisa nunjukkin Ini loh pramuka kita. pramuka yang siap kedepan menolong dan memberikan teladan. selama saya pramuka dulu, saya melihat sangat banyak kegiatan kepramukaan. tiap hari kami bisa berkumpul. lalu belajar, dan berkumpul dalam wadah pramuka.
Nah bedanya nih, liat aja di Tv, ribut ribut soal jalan jalan keluar negeri untuk belajar pramuka. yang disorot siapa?? kok anggota DPR nya doang? mana pramukanya?? hey dengan jumlah anggota pramuka delapan juta sekian itu bisa lebih besar dari jumlah Kader partai. tapi kok gak pada ngelirik pramuka ya (hmm teori konspirasi nih)wkwkwkwkwk

0 comments:

Post a Comment