Friday, October 1, 2010

Hari Batik Nasional (peringatan 2 tahun ), Batik antara keaslian dan kepalsuan jaman

Sudah dua Tahun rasanya kita memperingati HARI BATIK NASIONAL. mungkin beragam  cara kita memperingatinya..ada yang mewajibkan memakai Pakaian Batik. atau lomba busana batik? yaa Batik kini telah menjadi lintas budaya. gak cuma orang jawa aja yang pake, tapi seluruh nusantara bahkan ke luar negeri pada pakai batik semua. liat aja, mau di Sumatra, Kalimanta, Sulawesi, atau Papua, anak anak sekolahnya dah pakai batik, juga staf staf pemerintahannya.
Jeckie chan aja pakai batik

dua Aktor kawakan Cina memakai Batik
Pemai MU memakai batik disalah satu iklan Provider Seluler
Mandela pakai Batik saat nonton bola
Jessica alba pakai batik motif parang-parang
Bill Gate pakai Batik juga !!!
Jrock band batik


saya juga pakai Batik Pekalongan asli ^_^


Tapi tau gak sih lucunya kebanyakan orang di Indonesia itu gimana, semua kain yang bermotif sering disebut batik, yaaa kadang saya juga termasuk disitu, contohnya ketika saya menonton siaran VOA saat itu reporternya bilang warga Amerika pun punya batik, namun berbeda motifnya dengan yang ada di Indonesia. padahal bisa saja kan di amerika mereka gak sebut batik. bila kita merujuk pada wikipedia ternyata seni yang dikatakannya membatik adalah seni kuno, abad 4 SM telah ada seni itu di mesir dengan penemuan Mumi yang dibalut dengan kain bercorak dengan pemanfaatan malam/lilin. di asia lebih banyak lagi tuh, ada di cina, jepang, afrika pun sudah ada. Sedangkan di Indonesia dipercaya seni ini muncul dan berkembang pada masa kerajaan Majapahit. artinya teknik membatik sudah ada dimana mana,, pantas saja batik mendunia. Tapi kenapa juga kita sebut seluruh karya teknik menulis dengan malam/lilin itu disebut membatik, padahal seperti yang saya bilang tadi, tiap daerah punya namanya masing masing,
Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa yaitu  "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". Jadi kata batik bisa dipakai untuk daerah yang disana pengerajinnya adalah orang jawa atau sangat dekat dengan kebudayaan batik jawa. seperti di Suriname, Malaysia, dan terutama Indonesia. kalo daerah lain gimana? yaaa punya sebutanya sendiri dong, seperti di Papua disebut "Kuna".
Lucunya lagi nih yang kedua, masih sama "Seluruh Kain Bercorak"/kecuali kain hasil anyaman tradisional kita sebut batik, sekarang coba liat foto dibawah ini
-_-'

Kain Printing bermotif batik kini sering digunakan untuk pakaian seragam sekolah

apakah itu batik??
hmmm sebagian besar dari kita akan mengatakan itu adalah batik. yaaa saya pun sering bilangnya begitu. hehehe
tapi perlu diketahui bahwa Batik itu di buat hanya dengan dua cara ya itu TULIS dan CAP dengan menggunakan LILIN/MALAM (bukan night ya heheh). yang artinya walau motif boleh mirip batik tapi jika tidak di tulis dengan canting, atau cap maka itu bukan batik.bila anda menemukan BATIK dengan teknik SABLON atau PRINTING berarti anda bukan beli batik wkwkwkwkkw

ungkapan itu saya dengar dari seniman batik di ketika menonton acara di TV, juga karena saya masih punya darah orang Pekalongan, dan sering pulang kampung kesana. maka cukup lucu bila saya tak peka dengan kebudayaan tanah lahir saya.
mungkin itu yang harus di klarifikasi, kan kasian juga ya. nenek moyang kita telah memiliki kebudayaan yang unik dan orisinil tapi malah di bajak oleh anak cucunya sendiri, BATIK PRINTING, atau BATIK SABLON, kenapa gak dibalik Printing motif batik, sablonan motif batik,  jangan jangan ada dinding ya di Grafiti disebut BATIK DINDING, wkwkwkwk mestinya ditambahlah kata motif. dan jangan samakan dengan Batik.

oke diatas adalah penjelasan tentang ilmu kelirumologi abad 21.wkwkw
mungkin cara kita yang selangkah demi selangkah namun dapat kita amalkan di kehidupan sehari hari ini lah yang kelak akan membanggakan kita yang memakai batik.

lucu gak kalo ada orang luar negeri bilang, "this is Batik?" dan kamu bila "yes, this is batik sablon/batik printing"...terus si Bule bilang "if that, in my country i can make Batik easely"  kasian banget faunding mother batik kita. dan kasian pula nasib para pembatik di negeri kita yang dibayar gak seberapa namun bisa kalah dengan lindasan jaman Batik Palsu

satu lagi yang sangat disayangkan, yaa,, saya pun baru menyadari hal ini, ternyata BATIK PALSU justru lebih sering menjadi SERAGAM SEKOLAH dari tingkat SD sampai SMA di Indonesia, dimana seharusnya siswa siswi dapat memahami apa arti batik sesungguhnya, mereka bisa membedakan mana batik dan mana bukan, dan tidak dikabur kaburi tentang hakikatnya. agar tidak salah kaprah lagi dikemudian hari.
Memang sih jaman sekarng Batik sablon/printing sudah nyaris serupa dengan batik tulis, bahkan terlihat lebih rapi. tapi asal kita lebih mengerti lagi. ternyata buatan tangan "handmade" itu lah yang nilainya lebih tinggi. dan kejelian kita mengetahui mana yang batik asli dengan batik Palsu bisa lebih menolong para pembatik kita kini.


Palembang, 2 Oktober 2010
Aji Supeno Bagus Syam

3 comments:

  1. kmi bnyk baju batik sayy.... pngen liat corak ny??....
    tpi jdi malu aja.... ntr d bilang........
    hehehe...
    nanti qu fto iya...
    corak ny lain..mostly corak bunga besar..iya ofzoc motif bunga kebangsaan d sni...
    :)

    ReplyDelete
  2. dah tengok..wkwkwkk
    sekali sekala lah kau pakai batik..
    pengen tengok..hehehe

    ReplyDelete
  3. ijin share gambarnya ya
    terima kasih

    ReplyDelete