Wednesday, November 17, 2010

9 huruf dalam *Janji Joni*

Film ini baru saja saya unduh dari indowebster, ya ini cara seorang pembajak memang, tapi apa boleh buat ya. Memang saya biasa menonton film dari DVD bajakan, tapi tidak saat tadi, saya unduh sendiri. Kalo ada yang bilang, membajak adalah kegiatan mencuri, Maka ungkapan "mana ada maling ngaku" itu sudah tidak berlaku lagi. hahaha
Coba, bayangkan saja film keluaran tahun 2005 ini baru saya tonton 2 tahun yang lalu saat SCTV menayangkannya. Dulu yang membuat saya tertarik menonton film itu karena Nicholas Saputra menjadi Aktor utama di film itu. Tapi entah mengapa saya kok ingin nonton lagi. Seperti ingin mencari makna film Joni promise lagi.

Oke saya ingin berbagi cerita mengenai film unduhan itu. Awalnya entah mengapa saya kok melihat iklan film Rindu Kami Pada MU karya Garin Nugroho, lalu dilanjutkan lagi ikalan motor Kaisar, dan Sabun Lux, nah aktris di iklan lux ini juga muncul di Janji Joni sebagai perempuan yang memberikan tantangan kepada Joni. Wow ini dia salah satu cara bagi industri film yang menurut saya *sebagai tindakan cerdas*. Film sangat mungkin untuk dibajak dan digandakan tanpa izin, tapi selalu ada cara dong untuk tetap mungkin mendapatkan untung, yaa memasang iklan di potongan filmnya adalah ide bagus tuh. Disalah satu Scane film JJ ada adegan dimana seseorang yang terlibat dalam pembuatan film, menawarkan proposal film itu kepada seseorang yang kaya untuk menjadi penyandang dana film nya. Jadi intinya, meski film itu dibajak sekalipun, si produser, artis, dan semua kru yang terkait sudah lebih awal mendapatkan upah dari pekerjaanya. Gak mungkin dong buat film dari dana Ngutang? wkwkwkw

"orang bilang selagi muda, kita harus banyak nyobain hal baru, yang penuh tantangan, dan butuh kesabaran untuk banyak belajar, jangan peranah ragu ragu, Open minded aja.." kata Mariana di iklan Lux film JJ

Yang menarik dari film itu salah satunya adalah pada pembukaanya, Narasi Nicholas Saputra membuat saya tersadar, tentang diri saya sendiri. wkwkwwkw
7 dari 10 orang mengaku sebagai  pencinta film, dan kalo kita mendekati mereka hampir saja mereka memikirkan tentang film. Gak sedikit orang berubah hidupnya karena menonton film.
loh terus apa tentang sayanya ya?
sebenarnya ini bukan hanya tentang saya, tapi tentang kita semua, apa yang dibacakan Nico membuat saya teringat dengan Buku Jalaludin Rahmat "Psikologi Komunikasi " tentang Kelompok Rujukan (refrence group) yang mempengaruhi Konsep diri kita, Maksudnya kadang bila kita menyukai suatu kelompok, orang atau artis, kadang kita inginkan menjadi orang tersebut. Memiliki sebagian atau keseluruhan sifat kelompok atau orang tersebut, sebagai contoh Film, banyak anak SMA sekarang masuk kedalam organisasi ROHIS karena melihat kewibawaan Fedi Nuril atau Azam di film AAC, atau KCB. Dulu saat saya menonton film Power Rangers saya berpikir saya adalah Billy si Ranger Biru yang berkacamata namun pintar. maklum dulu saya berkacamata juga. wkwkwkw.

ungkapan Nico dalam narasinya itu juga yang harus menyadarkan kita betapa penting  kita memilih tontonan yang baik. Bayangkan kalo adegan Kissing sering anak anda lihat. Jangan salah kalo anak anda jadi orang yang sering pacaran. atau pikirin kenapa anak anak itu penakut? yaa coba tanya film apa yang ia suka? vampire? pocong? kuntilanak? hahaha oke intermezo aja.

Film ini mengambil cerita dari seseorang yang jarang sekali luput dari perhatian kita, Seorang Pengantar Roll film, menurut kalian apa sih menariknya seorang pengantar film. ? Tantangan, hmm mungkin itu jawaban yang secara tersirat disampaikan film Janji Joni. Suatu pekerjaan tak boleh dilihat dari seberapa besar upah yang ia peroleh.Pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan yang disitu kita bisa menikmati pekerjaan itu. Kurang lebih seperti itu makna dari dialog Joni dengan Adam Suwandi si Seniman yang ingin mengadakan pameran barang -barang curian, Adam Suwandi diperankan oleh Sujiwo Tejo, mantabbbb..

Tapi rasanya si pembuat film gak pengen filmnya dikritik pedas. Loh kenapa? karena ketika Joni memberikan 10 klasifikasi penonton film. di klasifikasi ke 6 "kritikus film gak tahu(jelas) apakah dia benar benar serius dengan film atau supaya orang tahu dia adalah seorang kritikus, yang pasti gue (Joni) gak percaya lagi dengan kritikus film" wkwkwkw dan coba di klasifikasi ke 10 Penonton Perfectionist(sempurna) atau orang yang paling jeli melihat film, cermat menganalisa tayangan dan sangat interest terhadap berbagai jenis film nah di klasifikasi ke 10 ini lah Surya saputra memerankan, sayangnya ia berperan dengan perangai yang buruk. Tukang marah, tempramen, dan suka berantem. wkwkwkwk

Secara umum Cerita ini hanya menggambarkan cerita seseorang dalam 2-3 jam saja. Dimana Joni diberi tantangan untuk Menyampaikan film tepat waktu sebagai syarat untuk mengetahui nama si Cewek (Mariana) sebelumnya Joni belum pernah terlambat mengantar film sekalipun, tapi tidak saat si cewek memberikan tantangan.itu. Seolah seisi kota bersekongkol untuk ngerjain si Joni. Mulai dari ditengah jalan motornya di curi orang saat membantu seorang kakek menyebrang jalan. Ditarik ikut maen film. Naik Taxi dengan sopir berumur 50 tahun yang punya istri yang hamil dan ditengah jalan ingin melahirkan. Tas roll filmnya dicuri pula saat menolong seorang gadis yang ingin di jambret namun ternyata mereka semua pencuri. Lalu dikejar orang sekampung karena di teriakin pencuri pula..Hingga bertemu seniman gila  semua kejadian itu membuat ia terlambat 5 menit menyampaikan roll film itu.

Sungguh film yang menarik bagi saya. walau hey, kenapa banyak adegan ciuman? jadi kesimpulan saya, film ini khusus remaja yang bisa memfilter pesan yang masuk *seperti saya ^_^* hehehe

0 comments:

Post a Comment