Thursday, November 11, 2010

"The Lost Coin" koin saya hilaaanggg!!! dan sisi lainnya

Pukul 9:00 telah memaksa saya untuk segera mempercepat aktivitas pada pagi ini, namu tiba tiba seorang teman mengirimkan pesan singkat  kepada saya bahwa jam 10, Dosen Filsafat Etika Komunikasi berhalangan hadir. akhirnya darah saya berjalan santai kembali, Tak perlu khawatir terlambat datang ke Kampus. saya mulai berbaring di kasur tempat tidur, hmm saya menatapi seisi kamar saya, yang agak berantakan, Namun memiliki arti besar bagi saya, karena banyak koleksi koleksi saya pajang dan letakkan di kamar yang dulu pernah menjadi dapur di tahun 90an. Dan mata saya tertuju pada sebuah Dompet besar lemari kecil tempat tidur, dompet tersebut adalah tempat saya menyimpan koleksi Uang uang kuno jenis koin. didalam dompet itu ada sebuah dompet lagi yang ukurannya lebih kecil bekas tempat emas kalo kita beli emas di toko emas. Dompet kecil itu khusus saya gunakan untuk menyimpan uang logam keluaran 1991-1992 nominal Rp 100-Rp 500,- namun tidak untuk hari ini, karena saya sangat terkejut dengan tipisnya dompet tersebut, dan saya menyadari bahwa saya kehilangan uang-uang itu. Saya dengan segera mencari dan mengobrak abrik isi kamar, berpikir bahwa uang itu saya letakkan di tempat lain.. tapi rasanya tidak. Akhir pencarian hari ini, saya menyimpulkan bahwa uang logam jenis itu hilang, dan tidak hanya itu, sejumlah mata uang koin dari luar negeri juga hilang. Pertanyaanya siapa yang mencurinya? saya malas untuk menuduh nuduh si ini si itu. tapi gimana, namanya hilang.Bila orang dalam rumah, rasanya sangat tidak mungkin karena keluarga saya bersama saya juga lah yang susah payah mengkoleksi uang uang itu. Dan untuk apa mereka mengambilnya. hmm menurut saya hanya ada 4 jawaban.
Pertama, uang itu masih dirumah saya, dan hanya saya saja yang lupa menaruhnya. Walau diamana???? : (
Kedua, uang koin saya itu di curi "TUYUL" wkwkwkwk, iya kan siapa tau ada tuyul masuk kamar ngambil uang itu.
Ketiga, seseorang yang masuk kekamar saya dan mengambil beberapa uang itu, soalnya saya pun kadang lupa untuk menutup pintu kamar ketika pergi keluar rumah, juga rumah saya sering sekali dikunjungi tamu, mulai dari sales, orang yang mau jahit baju sama ibu, hingga anak anak SD- SMP yang les dirumah. hmm oke gak boleh kata guru agama kita gak boleh su'udzhan apalagi menduh orang tanpa bukti. Karena bisa Fitnah, Fitnah lebih kejam dari pada tidak memfitnah, eh dari membunuh. wkwkwk .
Keempat, hmm Allah hanya memberitahukan pada saya, bahwa koin koin itu bukan rejeki saya lagi. Dan husnudzhan aja sama Allah, kalau nanti saya dapat ganti yang lebih bermanfaat itu kata Mimi. Ya Aminn,,
harus ikhlas,, walau di hati saya masih ngenes :(  .

Namun, ketika saya membuka sebuah laci di lemari baju saya, tempat saya menaruh berbagai macam dokumen penting terutama soal sekolah. seperti ijazah, sertifikat, hingga piagam disana saya menemukan lipatan kertas yang saya lupa apa itu.
apa ini??
 Nah isinya ternyata adalah uang pecahan Rp 500,- tahun 1991, salah satu jenis uang yang hilang sama seperti ini.



 Setelah saya membaca tulisan dari kertas itu, saya baru ingat, bahwa uang ini punya banyak cerita bagi saya.
 Uang dari Pak masli, disuruh beli ROKOK Dji Sam Soe, Rp 9500, kembali Rp 500

ya tulisan ini yang mengingatkan saya, akan Sekolah SMA saya, tentang guru-guru terutama Pak Masli, wakil kepala sekolah saya, Beliau lah yang marah karena saya sering sekali terlambat datang ke sekolah*bukan terlambat juga sih, hanya tepat waktu, bunyi bel. pas didepan gerbang* wkwkwk. Pak masli sering panggil ku Katro. mau tahu buktinya?
liat video ini,


 Bapak yang bermain pingpong di menit 1:30-1:48 itu adalah Pak Masli, saat beliau bilang "hey, Katro" itu iya tujukan pada saya, wkwkwkw ngingetnya buat saya geli..wkwkwk dia mengejar saya saat itu, karena saya masih sibuk ambil gambar dia yang nyari-nyari bola pingpong dibawah kolong mobil.
Nah, uang itu Beliau berikan saat saya sudah selesai ujian nasional. Beliau suruh saya keluar dari lingkungan sekolah untuk membeli sebungkus rokok Dji Sam Soe seharga Rp 9.500,- dengan uang Rp 10.000,- jadi ketika saya katakan "Pak ini uang kembaliannya" kalo gak salah dia jawab "ambil aja".
Ketika saya lihat uang itu ternyata uang keluaran tahun 1991 yang sudah saya koleksi, namun saya berinisiatif untuk membungkusnya dan meletakkan pada tempat yang berbeda dengan koleksi-koleksi uang yang lain.Dan lebih dari itu, saya tuliskan catatan kecil itu memang agar suatu saat saya ingat akan beberapa kejadian di masa lalu saya. hmm bagi saya sejarah sekecil apapun itu sangat berharga. Maka dari itu hobi saya mengkoleksi bukan saya ingin gaya gayaan. Tapi bagi saya suatu benda punya nilai sejarah sendiri, punya kisah,dan punya banyak pelajaran.

2 comments:

  1. mantapz gan postingnya...
    ane kasih cendol dah...
    ingat masa sma

    ReplyDelete
  2. asyikk cendolll,, aye minta gado gadonya juga seporsi..

    ReplyDelete