Wednesday, November 17, 2010

Uang Anklung











loh, kok pas saya scan uang logam ini jadi gini ya bentuknya. ?
Uang ini telah saya peroleh dari semenjak bulan Juli, namun hingga sekarang saya merasa peredarannya masih kurang. semenjak saya dapatkan dua uang itu, saya belum pernah membelanjakannya.
Kenapa?
ya gak tau juga ya..
Tapi saya ingin bercerita tentang gambar di uang ini.
Uang berwarna putih perak ini jelas tertulis kata "Angklung" saya sih gak mau banyak bicara soal Bandung dan Gedung Sate, Soalnya saya sendiri belum pernah kesana. *Ayo siapa yang mau ngajak???*.

Anklung menurut bahasa bali berasal dari kata "Angk" atau angka (= nada ) dan Lung artinya patah/ hilang . Angklung dapat juga dikatakan nada / laras yang tidak lengkap sesuai dengan istilah Cumang Kirang ( Bahasa Bali ) yang artinya nada kurang / surupan 4 nada. Nah oleh karena itu, menurut buku yang saya baca di perpustakaan SMP saya tentang Anklung *lupa judul, dan penulis bukunya* Angklung sebenarnya berasal dari Bali, yaa siinget saya sih gitu tulisannya. Tapi kita lebih mengenal sebagai alat musik daerah Sunda atau Bandung. Mengapa bisa gitu ya?? mungkin kita mesti baca Wikipedia dulu kali ya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Angklung

Di sebagian Sekolah-sekolah terutama tingkat Sekolah Dasar, alat musik Anklung menjadi  alat musik yang wajib di pelajari di mata pelajaran Kesenian. waaahh.. kenapa bisa gitu ya.. mungkin karena itu salah satu alat musik khas indonesia, yang murah meriah, dan manis terdengar. Alat musik ini juga mengajarkan tentang kerja sama, karena alat musik ini dimainkan dalam berkelompok. Suara yang muncul seperti suara alam yang unik. Bahkan Kitaro (musisi Jepang) pernah memasukkan alat musik ini kedalam salah satu lagunya walau dengan teknik bermain yang *sebenarnya inkonvensional*.

0 comments:

Post a Comment