Sunday, December 5, 2010

cerita NgeBolang Ke Pekanbaru (Part II)

Hari Kedua
Jumat, 26 November 2010. Jam 5 pagi kami ketambahan teman sekamar, namanya Anggi, eits jangan salah dulu, Anggi yang ini bukan cewek, tapi cowok. Anak Universitas Andalas Padang, tampaknya dia sangat lelah selama dalam perjalanan, terbukti beberapa kali ku bangunkan, meski waktu menunjukkan hampir jam 9 pagi, ia belum sadar juga.

Usai mandi dan berdandan ala kadarnya, kami semua bersiap siap ke Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Untuk acara Pembukaan Muswil.
 sebelum berangkat

Ada suatu kejadian lucu ketika saya dan farleven sedang membuat liputan, Farleven menunjukkan kendaraan yang salah. Dia mengatakan bahwa bus dibelakangnya adalah kendaraan yang akan membawa mereka ke UIN tetapi ternyata kami tidak pernah naik bus itu sama sekali. hahahaa

Wow, setibanya kami di UIN Suska, kami disajikan pemandangan menakjubkan, bangunan kampus yang mirip masjid, mewah dan megah, mungkin mirip Al Azhar di Kairo kali ya..?? wkwkwkwkw walau beberapa sisi di beberapa sudut kompleks kampus UIN belum selesai dibangun, tapi melihatnya pun kita akan mengatakan bahwa gedung-gedung ini sangat megah..

Pembukaan Muswil diadakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska. Sebuah Aula besar yang dapat menampung ribuan orang. Acara ini juga di hadiri oleh Gilang Iskandar dari MNC Group, M. Ridho Z. M. Comms yang merupakan penggagas dari IMIKI dan kini menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga ikut hadir.acara diawali dengan sebuah tarian. Saya gak tau tarian apa namanya, yang jelas saya rasa lima penari itu menyambut saya. hahaha
Ketika saudara Tri Wahono memberikan kata sambutannya. Tiba ada tepuk tangan yang sangat meriah berasal dari bangku deretan belakang, ternyata Kang Acep Halim dari Banten selaku ketua Umum IMIKI pusat datang terlambat, katanya sih pesawatnya delay..
Usai acara pembukaan Muswil, ternyata dilanjutkan dengan Seminar Nasional "TV Indonesia mau dibawa kemana?". Sayangnya seminar yang dilaksanakan hari jumat menjelang ibadah sholat jumat ini membuat acara seminar hanya berlangsung sejenak. Padahal isu yang diangkat menjadi Topik adalah sangat urgen.
 Oke, sekarng siap siap menuju Masjid untuk menunaikan sholat jumat, eh tapi masjidnya yang mana ya? soalnya semua bangunan kelihatan kayak setengah masjid setengah gedung perkantoran semua.. hahaha
Ternyata kami dibawa kesalah satu gedung rektorat. loh kok rektorat. Iya ternyata ruang ruang di sana digunakan juga untuk sholat. Menarik mungkin ya. menurut hasil pengamatan saya, heheheh Masjid di Pekanbaru dibangun dengan sangat loyal. bangunannya cantik cantik, dipasangkan Ac. Sedangkan bila didalam gedung-gedungnya sendiri, mereka tidak memberikan tempat yang begitu spesial untuk Mushola. bahkan saya ngerasa mushola yang ada di gedung gedung itu digunakan untuk kegiatan lainnya juga. pokoknya kalo ke dalam gedung yang mencirikan tempat itu adalah tempat sholat jika ada karpet Sajadah yang panjang aja. Berbeda dengan di Palembang yang di dalam gedungnya kadang memberikan satu ruang disudut sebagai mushola.

Usai Sholat Jumat kami dibawa ke Gedung Fakultas Dakwah, disana kami diajak makan siang bersama. pokoknya makan nasi padang lagi.hahaha

Makan siang pun sudah membuat saya kekenyangan sampai sakit perut. hahaha. Kesempatan berkunjung ke Fakultas Dakwah dan Komunikasi di UIN Suska ini tidak kami biarkan begitu saja. Kami mendatangi Sekjur nya disana kami mulai studi banding, bahkan kami meminta draft mata kuliah apa yang mereka pelajari disana. hehehehe ternyata Sekretaris jurusannya ramah dan baik, Beliau menerima kami dengan pintu terbuka.

Sidang Pleno I
Baru saja dimulai Sidang Pleno I yang membahas tentang tata tertib Sidang, kok sudah hujan interupsi, bahkan yang menurutku sesuatu hal yang gak urgent aja bisa menimbulkan konflik dialektika. weleh weleh.. entah hal ini membuat saya tertawa mengapa? apa mereka unjuk gigi, atau memang idealis, atau formatur sekali??

Pulang ke Asrama
Waktu sudah menjelang maghrib, baju yang kami pakai saat itu pun sudah sedikit asem, sebenarnya sih kalo dirumah, saya aja jarang mandi, tapi ketika disana. sama juga sih, rada males mandi. tapi demi jaga tampang nih, masak anak Palembang bau. hahaha. setelah Sidang di tunda dan menuai hujan interupsi, Kami dibawa kembali ke Asrama di Bapelkes.
Dalam perjalanan memang ini lah saat saat saya menyaksikan kota pekanbaru di sore hari.

Makan Malam bersama di UMRI
Selama di Pekanbaru, tak banyak duit yang saya keluarkan dari kocek saya, itu karena memang saya banyak menikmati gratisan. hahaha bayangkan, Bus sebagian besar uang nya pemberiaan dari kampus, untuk uang registrasi juga dari kampus, disana saya tak bayar penginapan, dan ini dia yang paling saya kangen mungkin, Makan yang Gratissss. walau masakan padang teruss, tapi gratis. hanya sesekali kami pergi keluar asrama untuk jajan disekitar pasar panam.
Dan malam ini, saya makan malam bersama teman teman IMIKI di kantin Universitas Muhamadiyah Riau.

Rasanya suasana begitu akrab saat itu. walau ternyata saya malah disibukan dengan keluar kawasan UMRI untuk mencari toko yang menjual tolak angin cair, dan obat diapet. maklum,kondisi badan saya saat itu kurang vit.
Sidang lagi Dialektika lagi
Sidang Pleno II adalah sidang yang amat sangat menakjubkan untuk ditonton. meski banyak orang yang sudah ngantuk. dan meninggalkan ruangan ternyata masih ada beberapa kelompok yang dengan sengit dan semangat 45 berdebat, adu argumentasi. dan interupsi. Dari kejauhan saya lihat, dan membatin kepada teman saya seperjalanan itu yang akhirnya menggantikan Rinda menjadi Pimpinan Sidang I "Kasian amat lu ven, mau dilempar palu, sambil ngeliatin orang marah marah dan bentak bentak. hahaha".
 ini namanya Amir, salah satu mahasiswa yang paling vokal sejak sidang Pleno I, dengar dengar memang dia orangnya ahli debat dan sidang.

nah, mulai deh, angkat tangan semua,,, Goyang manggg..

 sssttt ini bukan sedang nari jaipong, atau dangdutan, tapi sesungguhnya mereka sedang berdebat,,, lohhh kok debat kayak joget bareng gini ya..hahahah

ada Superman,, atau dia mau terbang meninggalkan ruang sidang ya,, siapa dia? Superman? spiderman? batman? atau gatot kacha? oooohhh bukan, dia adalah anak LP3I yang ikut dalam sidang, dan rise of hand for interupsi. sayangnya walau dia banyak angkat tangan, dia sedikit angkat bicara, karena Si leven gak sadar ada dia, lagian kenapa juga duduk paling belakang ya..

 bandingkan gambar diatas dan dibawah aja.. hehehe iseng.com

Tapi itu bagi mereka yang memiliki kepentingan besar dalam sidang itu.
Pemandangan berbeda justru saya lihat pada anak anak Bengkulu. ada bang Dona yang seolah olah lagi nonton bola, sambil menghirup segelas kopi. Ada juga anak anak Padang yang malah asyik foto foto dan ngobrol sendir sendiri, sambil nontonin juga. hahaha. bahkan ada yang  iseng foto2 aneh kayak gini


Harapan Kami Saat Itu
Sebenarnya kami sangat letih saat itu, terutama teman dari padang ku, dia baru tiba jam 5 pagi dan hanya tidur sekitar 2 jam saja. Dilanjutkan dengan segudang aktifitas. kasiaaann hahaha.
Penting dicatat bahwa harapan saya saat itu adalah pulang ke asrama dengan segera. wkwkwkw
Tapi, akhirnya setelah pedebatan panjang yang esensinya mencari ketua baru ini, Terpilihlah saudara Rizky Abadi sebagai ketua Wilayah I Sumatra IMIKI  ... horeeee prok prok prookkkk selamet ya Bang...
nah tuh, liat kan menang 6 kursi Rizkynya.
Tapi yang jadi pertanyaan kenapa sering kita pake Kata Kursi sebagai ganti dari vote/suara.
Mungkin kejadian kayak di Sidang Pleno II di UMRI ini sering terjadi. tau apa. ada yang sampe lempar kursi. hahahah beneran loh.. yaaa beneran juga kagetnya saya saat itu.
untuk gambar palu sidang direbut dari meja pimpinan sidang, membanting kursi, sengaja tidak saya tampilkan karena dua hal
Pertama, Adegan itu tak layak dicontoh, khawatir nuansa sidang selalu seperti itu.
Kedua, yaaa, karena saya terlambat mengambil moment tersebut untuk diabadikan. jadi emang saya gak punya gambarnya..
hahaha

nah, walau perdebatan sesengit mungkin, tapi akhirnya itu hanyalah panggung kepentingan, mereka semua (menurut info)adalah teman baik. Dan akrab. Jadi yaaa itulah demokrasi, yang dikit dikit mirip demonstrasi. hahaha



oke, Bersambung lagi ya. ^_^
bagi yang belum membaca part I dari cerita NgeBolang Ke Pekanbaru silahkan baca di
http://ajisupenobagussyam.blogspot.com/2010/11/ngebolang-ke-pekanbaru-part-i.html
atau klik disini
sama aja. hehehe
dah malem,,, tidur aaaahhh

0 comments:

Post a Comment