Friday, December 24, 2010

cerita NgeBolang Ke Pekanbaru ( Toleransi beragama)

"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu" UUD 1945 pasal 29 ayat 2

Malam misa ini sejenak mengingatkan ku dengan sebuah kisah di pekanbaru ketika kami menghadiri Muswil IMIKI.
Berjalan usai mengantar pulang teman. Saya melewati sebuah geraja yang jamaat nya sampai membludak. ya, disekitar rumahku memang banyak sekali tempat ibadah, selain Masjid dan Mushola, ada 3 gereja disini.

Pekanbaru, hari sabtu  27 November 2010 satu hari sebelum saya meninggalkan kota itu, saya dan teman-teman peserta Muswil IMIKI diajak mengitari megahnya kota Pekanbaru, ada bang Ocu yang bertato 04:20 di lengan kanannya sebagai guide dengan logat minang. dan Rindi  yang juga seorang katholik juga menjadi guide perjalanan kami.
saat bus milik Universitas Muhammadiyah Riau melewati Masjid Agung An-Nur yang saaaaangggaatt Megah dan luas sekali..ada kolam didepan masjid yang mengingatkan disain masjid baiturahman di Aceh dan Taj Mahal di India.. tetapi yang membuat saya merasa ini lah Indonesia adalah disebelah Masjid agung An-Nur ada Gereja HKBP yang megah juga.
 sumber : http://farm3.static.flickr.com/2035/1964609092_60eefe1d1b_b.jpg

 sumber: http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/8971295.jpg


Inilah salah satu simbol dari kebhinekaan Indonesia. kita hidup dinegara yang multikultural, berbagai macam bahasa, suku, ras, dan Agama. tetapi saling damai.
Sebenarnya gak cuma contoh Masjid An-Nur dan Gereja HKBP di Pekanbaru aja, tetapi banyak contoh yang lain.

Namun sangat disayangkan, banyak sekali saya membaca artikel miring tentang keragaman di Indonesia. Mereka hanya melihat dari kasus-kasus tertentu dan men-Generalkan Indonesia didalam setereotipe yang keliru.

Kita memang tak pernah bisa menghilangkan konflik. Tetapi kita juga berhak dan wajib menegakkan bendera perdamaian.

0 comments:

Post a Comment