Monday, January 31, 2011

NgeBolang Again: Menjelajahi lagi Secungkil Dunia jakarta bagian 1

Traveling atau jalan jalan adalah salah satu kegiatan yang sangat saya suka. Tahu kenapa? karena disetiap perjalanan kita akan punya satu cerita lagi. karena disetiap perjalanan kita akan banyak belajar. ya banyak. banyak . banyak.

19 Januari 2011, adalah tanggal plesiran pertamaku di tahun yang baru ini. Pukul 6:30 saya dan ibu sudah berangkat menuju stasiun.(wah, jangan aja dibilang anak mami) Menaiki bus jurusan Km 12-kertapati. kami berhenti di batas akhir jurusan. Stasiun Kereta Api Kertapati. tiket yang dikeluarkan untuk menuju lampung pada pagi itu sangat murah Rp15.000/orang untuk dewasa.
Saya masih bersyukur punya ibu yang berjiwa petualang dan seneng ngebolang.wkwkwkwk Yang mau diajak naik kereta ekonomi. Keputusan kami untuk naik kereta dan menempuh perjalanan dengan ngeteng kami pilih agar ku bisa merasakan sensasi perjalanan yang menantang dan suasana yang berbeda. Padahal kami sudah ditawari tiket pesawat promo murah hanya Rp 200.000/orang langsung dari palembang jakarta.
Rabu itu memang sudah saya rencanakan untuk menaiki kereta. Dihari normal pasti tak akan membuat isi kereta terasa panas. Jumlah penumpang yang sedikit akan menguntungkan saya untuk mendapatkan tempat duduk ekstra untuk tidur. wah tenang saja isi perjalanan saya bukan hanya tidur. walau hampir disetiap transportasi akan merasakan ngantuk.
Tips: untuk menghindari ramainya penumpang kereta saat perjalanan pilihlah hari kerja (senin-jumat) hindari waktu weekend (sabtu minggu), jangan lakukan perjalanan saat waktu libur. Tips tidak berlaku pada semua daerah hanya trayek Palembang-Lampung .wkwkwkwk

Uniknya kereta ini akan banyak sekali berhenti, ada puluhan  stasiun yang akan dilewati selama menuju lampung. dan setiap ada kereta babaranjang (kereta pengangkut batu bara yang panjang) kereta api ini akan berhenti menunggu kereta babaranjang lewat terlebih dahulu. Hal ini akan memperkecil kemungkinan kecelakaan kereta api. #teori listrik statis nih.

oh, ya saya belum memperkenalkan teman seperjalanan kami. pertama kami duduk sebangku dengan seorang ibu dan anaknya yang kemudian pindah tempat duduk karena memang tempat duduk yang kami tempati sangat sempit. lutut saya bisa langsung menyentuh tepi kursi didepan saya meski saya duduk tegap. dan satu lagi. si pemuda pendiam bernama Arif anak Teknik pertambangan semester 7 Unsri. Dengan Arif saya banyak bertanya. pertanyaan yang sangat ia sukai adalah tentang pertambangan. jadi saya tanya tanya aja soal geologi. bagaimana minyak dicari. bagaimana freeport. bagaiamana Lapindo. ya menurut kacamata anak pertambangan lah. sebagai info Arif gak berkacamata. wkwkwk

Baru beberapa saat meninggalkan stasiun kertapati, kereta berhenti menunggu lewatnya kereta babaranjang didekat sebuah perkampungan. awalnya saya sedikit bosan menunggu Kereta ini segera berjalan. Sesaat saya perhatikan perkampungan yang sangat sederhana itu. Mereka hidup tanpa dengan rumah berdindingkan kayu dan serasa benar benar sederhana untuk tinggal disana. Banyak anjing anjing liar yang bermain didekat rumah rumah warga yang jaraknya agak berjauhan. Rumah rumah mereka belum teraliri listrik dari PLN. eeeh tunggu dulu. apa itu diatas rumah mereka? tanpa listrik tetapi memiliki antena Tv? mungkin mereka pakai Accu. Tapi pemandangan selanjutnya yang saya temukan adalah adanya benda logam datar dan miring diatas atap rumah rumah warga. ya, Benda itu Adalah panel Surya.dimana energi panas matahari dapat diubah menjadi energi listrik.


#info&komentar: Panel surya harusnya sudah banyak diterpakan di rumah rumah warga. untuk mengurangi beban listrik negara dan dunia yang mengancam pemanasan global akibat pemakaian batubara.

Laju kereta seperti malas mengayuh. membuat ku berulang kali tertidur didalamnya. yang ku lihat hanya hutan hutan sesekali rumah, hutan, hutan,,stasiun kecil. dan orang orang yang merokok.
#info: Sumatra memang lebih dikenal soal hutannya, hingga sebuah kosmetik ber level nasional pun menggunakan label Rimba Sumatra sebagai tema produknya yang baru. Bahkan seorang teman saya berkata, untuk membuat seketika dunia kiamat amatlah mudah. Tebangi saja pohon pohon yang ada di hutan Sumatra dan Kalimantan.

Kurang lebih pukul 9 kami tiba di stasiun Tanjung karang, yang segera saya tuju saat keluar kereta adalah toilet . wkwkw kalo kalian menganggap saya akan jalan jalan di kota bandar lampung. anda salah, saya melanjutkan perjalanan kembali ke Dermaga Bakauheni dengan menaiki Travel.
ngopi dulu, didepan Stasiun

Namun travel yang pertama kami naiki akhirnya mengover kami ke travel lain karena penumpangnya hanya kami berdua aja.#mungkin karena takut kekurangan pemasukan kali ya?# Kami mesti menunggu hingga setengah jam untuk merasakan mobil Grand Max dari Travel Tegas balapan di jalanan Lampung yang lengang di malam hari. Kata sopir travel yang keturanan Ambon Padang ini sih dia mengemudi dengan sangat nyantai. padahal saya merasakan mobilnya sangat ngebutttt.saking ngebutnya saya sempatkan tertidur di bangku belakang.

Pukul 1:20 kami sudah berada dihalaman parkir pelabuhan Bakauheni. Ibu membayar Rp 60.000 untuk kami berdua kepada supir travel
#info : umumnya ongkos Travel dari Bakauheni ke Terminal Tanjung Karang berkisar Rp.30.000-Rp 35.000/orang

Dari kejauhan saya melihat deretan manusia mengantri, dengan sekejap saya tahu disanalah kami harus membili tiket. Tiket untuk kelas ekonomi kapal Roro yang kami beli sebesar Rp 11.500/orang adalah harga yang pas menurutku. Menyusuri jembatan besi menuju kapal adalah pengalaman pertama bagi saya. dan saya baru tahu kalo jalan yang harus saya lalui itu cukup panjang. dan berliku,, ceeeileeee..
Menurut pemberitaan banyak sekali kapal yang tidak boleh berjalan karena cuaca buruk. Dibeberapa media justru mengabarkan ada kapal yang tabrakan.. hwaaaa.. tapi pada kenyataan yang saya alami justru perairan selat Sunda sangat tenang. saya tidak mengalami pusing pusing atau mabuk laut. tapi memang benar cuaca agak gerimis saat itu. tapi sekitar 3 jam kami telah sampai di Pelabuhan Merak.
Inget inget pelajaran Geografi, kalo dahulu pulau Sumatra dan Jawa Menyatu. saya mengamati alam bakauheni dan merak yang relatif sama. antara kedua tempat memiliki pegunungan yang rata rata berketinggian sama, secara kasat mata pun bisa kita lihat. Dan jika kita sempat memperhatikan logat antara penduduk lampung dan jawa barat ada ke identikan juga loh. ya mungkin karena mereka berada dalam sirkum pegunungan yang sama dan rata rata penduduknya adalah pendatang antar kedua pulau kali ya.
Pengalaman berikutnya yang saya nikmati adalah bagaiaman melihat kapal merapat ke dermaga, menambatkan tali kapalnya, dan tangga yang digerakan oleh mesin besar menuju pintu kapal. #kalo naik bus atau pesawat gak liat nih yang kayak gitu..
Bila kita keluar dari pelabuhan kita akan dihadapi oleh calo calo Bus yang menawarkan jasa bus mereka. terkadang sangat menyebalkan karena seolah kita ditarik tarik untuk memilih Bus mereka.
#Tips : amanya dari calo adalah anda harus mengetahui jurusan apa yang akan dituju, misalnya saya mau ke terminal kampung Rambutan. atau saya mau naik bus ini. Karena si calo biasanya hanya memegan satu atau dua jurusan. mereka akan mundur atau bahkan sukarela menunjukkan kemana kita harus mencari bus yang kita naiki. Dan "Diam" bukanlah cara yang tepat, karena kamu bisa aja dikatain "Gagu" seperti saya tempo lalu.

pukul 4:30 kami mulai naik bus(lupa namanya) menuju kampung rambutan. sekitar pukul 8 pagi di kampung rambutan, kami melanjutkan menaiki bus yang menuju Citeureup Bogor. sedikit lama sih ngetem nya ini bus, tetapi sekitar pukul 10:00an kami sudah melewati jalan Tol Jagorawi. saat di per empatan pintu keluar tol baru deh naik angkot menuju kerumah tinggal saudara.
kawasan tempat saya tinggal ini agak kumuh, dimana masyrakatnya umumnya memproduksi Tempe, tahu, atau kulit. didekatnya ada Pabrik Semen.
Produksi Tempe

hingga pukul 11:30 saya mengistirahatkan diri dan Melanjutkan Misi sesungguhnya Mencari Lokasi toko dimana kami mau membeli Seperangkat alat produksi sablon. Sebenarnya sih bisa saja kami membeli secara online. tapi sambil jalan jalan dong..w kwkwk
oke, Jakarta Utara di daerah Mangga Dua adalah tujuan kami. Jalanan di jakarta masih sangat asing bagi kami sebenarnya. Nekat aja. kendaraan umum akan lebih mudah memberitahu kita arah yang tepat menuju tujuan. angkot-bus menuju Kampung rambutan-dan Bus Way..dari bus way koridor 7 di Kampung rambutan saya transit di Koridor Kampung Melayu dan menujua Halte harcomas mangga dua.. owwww Jakarta Kota yang sangat besar. perjalanan citeureup menuju mangga dua bisa menghabiskan waktu 2 jam bahkan lebih kalo macet. ternyata Bus way tidak sepenuhnya bebas macet. -_-' .


Ternyata toko yang kami tuju sedang sibuk sibuknya melayani tamu yang hadir dengan maksud yang hampir sama seperti kami, Laris manissss.. hingga kami memutuskan untuk jalan jalan di sekitar mangga Dua. ya, saya punya tujuan lain juga sih, membeli sebuah tablet Pc. namun Alamat yang saya dapat di internet ternyata masih sangat membingungkan saya, bukan hanya saya tetapi juru parkir dan scurity pun menunjukkan tempat tempat yang berbeda. wah, naik turun gedung meski dengna lift atau eskalator ternyata gak mengurangi penatnya mencari toko tablet pc murah itu. wkwkwkw ada wtc mangga dua,  ada harco mangga dua, Itc mangga dua, mangga dua square, sedangkan alamatnya mall mangga dua?eh ternyata mal mangga dua,, mal bukan mall..wkwkwkw
nah waktu ke WTC mangga dua, saya sangat shock,,ohh shock,, toko-toko dilantai dasar yang banyak tutup, sempet berpikir#masak jam segin mall sudah tutup?

nyambung besok lagi .....

2 comments:

  1. Aiiii....
    Talat baco Cerito Si Bolang ini..
    Huhu..
    Lewat Bogor ya ji..
    Kangen pengen ke sana

    ReplyDelete