Monday, January 17, 2011

Restorasi perlu aksi bukan hanya Retorika

Minggu, 16 Januari 2011. Adalah tanggal bersejarah buat warga Sumatra Selatan. Nasional Demokrat telah di Deklarasikan di Palembang, dan sejumlah pengurus telah dilantik.
Sejujurnya saya sangat mendukung gagasan restorasi bangsa yang diusung nasional demokrat http://nasionaldemokrat.org/pages/restorasi_indonesia
bahkan saya pun sangat setuju dengan pidato Surya Paloh di Hotel Novotel Palembang. Surya paloh mengatakan "semakin banyak undang undang, semakin banyak peraturan semakin banyak pula kita melihat orang mencari celah celah pelanggaran dari undang-undang dan peraturan itu sendiri. ini lah yang menjadi kisruhan hati kita. ini lah yang kita tidak suka, inilah yang menurut nasional demokrat tidak cocok." silahkan liat video

pidato Surya Paloh NasDem di Novotel Palembang.

Namun sangat saya sangat menyayangkan bahwa masih ada kader Nasional Demokrat yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan peraturan yang telah dibuat. Bahwa ketika kemarin atribut bendera Nasional Demokrat di pasang di sepanjang jalan Kol. H. Burlian. dan jalan Simpang Tanjung Siapi-api ke arah bandara Internasional SMB II. Jelas terpampang Plang yang bertuliskan
"DILARANG Memasang/Menyelenggarakan Atribut (umbul-umbul/Bendera/Banner) partai, ormas. LSM, Organisasi Ataupun yang bersifat Reklame (Komersil) di Sepanjang Kawasan median Jalan ini. Pemerintah Kota Palembang"
gambar diatas adalah Gambar atribut Nasdem yang dipasang di Jalan Kol.H. Burlian Km 9.

Padahal salah satu akibat dari pemasangan atribut tersebut dapat kita lihat pada gambar diatas. Atribut yang jatuh kejalan dapat menggangu pengguna jalan yang lewat.
Gambar ini di ambil di kawasan Simpang Tanjung Siapi-api. Dimana terpampang jelas papan pengumuman yang sama.

Sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang aneh, tak hanya nasdem saja, tetapi banyak ormas dan partai yang memasang atribut seperti ini ketika mereka bersosialisasi. Padahal Perwali no9 tahun 2009 telah mengatur tentang pelarangan tersubut. hmmm

Pemerintah Kota Palembang sendiri sebenarnya membolehkan partai/LSM/Ormas memasang atribut di sepanjang jalan yang telah ditentukan http://bulletinmetropolis.com/home/?p=332 namun mereka hanya boleh memasang pada tiang bendera khusus yang telah di sediakan Pemkot Palembang. dan memang benar ada Tiang bendera khusus tersebut. Tapi sayangnya tiang bendera tersebut justru tidak dipergunakan. dan mereka cenderung memakai bambu yang bersilang atau ditancapkan di median jalan. Yang justru sebenarnya dapat membahayakan pengguna jalan bila tiang bambu yang tak kokoh itu jatuh kebadan jalan.

Merestorasi Bangsa dengan Aksi nyata, dan bukan hanya Retorika Belaka.

0 comments:

Post a Comment