Sunday, February 6, 2011

NgeBolang Again: Menjelajahi lagi Secungkil Dunia jakarta bagian 2

MAGHga DUA

Manga dua adalah salah satu lokasi target dimana kami akan menghabiskan uang dengan tidak percuma, selain membeli seperangkat alat sablon digital, saya juga mengincar tablet pc buatan cina. Sayangnya hasrat saya itu membuahkan malapetaka sendiri bagi saya, Saya jadi lupa makan sore itu, wkwkwk hanya saking nafsunya memburu dimana tempat menjual Tablet Pc murah itu. Pikiran saya, sayang sudah nabung lama, mumpung diJakarta bisa ke tokonya langsung, Kebetulan beberapa hari sebelum keberangkatan saya searching tentang tablet pc, dan akhirnya ketemu deh sebuah alamat yang gak jauh dari tempat membeli keperluan sablon. sekali lagi "Mangga Dua" ternyata sebuah kawasan yang luas. wkwkwk anehnya nih ketika saya tanya kan alamat yang saya tuju kepada Security dan petugas parkir, mereka semua menunjuk pusat pusat perbelanjaan yang berbeda, lelah sih, tetapi aku tetap saja berhasrat mendapatkannya, "permisi pak, dimana alamat ini, mall mangga dua", waduh muter2 WTC M2, Harcomas M2, M dua square, hingga saya masuk parkiran mangga dua, #ya gak ketemulah..Sayangnya walau harcomas Mangga dua yang sempat saya pikir itu adalah mall harapan saya, disana gak menjual tablet Pc yang murah, saya selalu saja ditawari Samsung Galaxy tab, atau Ipad, gila gak cukup tabungan anak muda..hingga ternyata saya hampir menyerah, sekali lagi, menanyakan kepada pengguna jalan. dimana mall mangga dua..ternyata orang itu menunjuk "Mal Mangga dua"disebrang ITC. 
-_-' hey, mangga dua, saya orang udik dari kampung jangan buat bingung deh, ternyata setibanya di Mal Mangga Dua. saya segera ke lantai 4. dan bim salabim,, dengan sekejab cepat ketemu. Gud.
kenapa sih nulis Mal nya kurang L satu lagi,,
padahal kalo orang palembang kalo ngomong PS ya mall, ngomng PTC ya Mall,,Pim ya mall lah..
oke, itu cerita penderitaan separuh bahagia saya disana. Dengan uang Sejutaan lebih dikit saya bisa dapatkan sebuah tablet Pc. hmm Anda pikir saya puas dengan tablet itu? oooh tidak, saya mau Samsung Tab agaknya.. wwkwkwkwk
Nah, balik lagi ketoko sablon, ternyata saat mau melakukan transaksi dengan Debit Card Mandiri, mereka tidak bisa melayani karena hanya menyediakan BCA, dan Kartu kredit.
oke,jadi kami berinisiatif membayarnya tunai esok hari saja. yang jelas, saya merasakan senang dan "Laper banget".
Namun kami memutuskan untuk segera pulang saja, karena langit sudah mau isya. wah, penderitaan berlanjut ketika lapar itu harus saya tahan karena macetnya naudzubillah. BusWay pun harus rela seperti gerobak bakso yang jalannya lambat banget#Perasaan.

Entah jam berapa kami baru sampai di Terminal Kp Rambutan, saya melihat banyaknya bus kopaja di parkirkan di depan terminal, dan yang paling banyak beroprasi hanya angkot.Sayangnya kami pun gak tau harus berapa kali lagi naik angkot. yah berkat tanya tanya akhirnya sampe 3 kali naik angkot hingga sampai di Citeureup.Kemudian Kami putuskan untuk mengganjal perut dengan sepiring Ketupat Tahu  dipinggir jalan. kalo gak salah sekitar pukul 10:45 saya duduk didepan emperan sebuah toko, dan untuk saat itu saya kurang bisa menikmati kuliner pinggir jalan ini. Karena selain sangat lapar, dan memang sejak dari Lampung saya mengalami ganguan pencernaan. wkwkw dan komplitnya lagi ditambah tiba tiba perut saya Magh...wkkwkwkw Untung saja ada Alfa mart yang buka 24 jam #iklan.com  dan Promag jadi andalan saya #iklanlagi.com
let's go pulang ke persinggahan.Naik lagi angkot yang dikemudikan seorang anak muda sebayaku, lampu dalam angkot yang kebiru biruan agaknya membuat ku lebih mengantuk saat itu. Tak ada yang ingin ku lakukan lagi saat pulang kecuali tidur dan ngetes tablet pc dulu yang ternyata colokannya gak ada yang cocok dengan stopkontak dirumah. hweeee Tidur ajaaaalah.
.


PINDAH KAMPUNG
twit twit twit,,saya bangun terlambat akhirnya, perjalanan penuh seharian kemarin membuat saya sangat nyenyak tidur. sekitar pukul 7 saya justru baru sempat charge  hape. pagi itu saya sempatkan makan Surabi yang dijual oleh seorang ibu di samping rumah. didepan rumahnya saya hanya nongkrong sambil memakan 2 buah surabi yang baru dimasak dengan kuah Santan.Sedaaaaapppp
Oh ya, Saya baru tahu kalo ternyata penduduk kampung tempat saya dilahirkan Pemalang, Jateng tepatnya orang comal, kaliprau dan Tasikrejo banyak yang pindah kedaerah ini, jadi kalo saya  melihat, ini bukan saya Pulang Kampung tapi ngeliat Pindah Kampung. bayangkan disana saya memiliki 2 orang paman, seorang bude, dan Pakde yang semuanya telah berkeluarga dan membawa turut serta keluarga intinya.. hebatnya setelah mendengar perbincangan, tetangga disekitarnya juga adalah orang orang sekampung.
#Jakarta dan sekitarnya adalah tempat yang paling populer sebagai daerah Urban,,yang sayangnya berdampak terbalik dengan transmigrasi penduduk Jakarta dan Sekitarnya ke desa atau daerah-daerah lain.


H2@M2
Ini adalah hari kedua saya di kampung tetangga. eitsss yang orang jakarta atau bogor jangan tersinggung dulu ya kalo saya sebut dua kota besar ini, Jakarta-Bogor sebagai Kampung. dulu waktu Obama dateng ke Indonesia, tepatnya Jakarta dia bilang "Pulang Kampung nih" wkwkwkw
Setelah makan Soto Pekalongan di warung Bude, kami beranjak berjalan kaki ke depan jalan untuk mencari angkot.
Karena hari ini hari jumat maka saya wajib kemasjid dulu untuk shalat jumat berjamaah,,dan masjid yang saya singgahi adalah Masjid Ash Shohih di citeureup Bogor.Rute kami masih seperti biasa dengan naik Angkot Rp.2000./orang terus disambung lagi naik bus yang melewati tol jagorawi menuju terminal Kp. Rambutan Rp.5000/Orang terus disambut Bus Way yang gak boleh makan dan minum didalamnya,, huft. wkwkwkwk 
#Trik, kalo anda termasuk orang udik yang mau wisata murah keliling jakarta saya usulkan naik Bus Way aja tapi jangan keluar dari koridor karena dengan Rp 3.500 kamu bisa keliling jakarta sampe laper.


Ketika sampai di Koridor kampung Melayu kami memutuskan keluar untuk mencari makan dan minum kopi, dan Warteg (Warung Tegal) disamping fly over menjadi pilihan kami. Sungguh menakjubkan makanan di warteg ini punya cita rasa masakan rumah. Tetapi diwarteg itu saya hanya memesan segelas kopi, berbeda dengan ibu yang memesan makanan dan tentu kopi juga. Saya memesan Bakso malang yang kayaknya biasa mangkal didepan warteg ini. Bakso malang ini tidak menggunakan buah pala untuk bumbu kuahnya, gak pake saus tomat atau cabe, atau diberikan kecap manis,,Tapi saya diberikan Sambal Merah yang pedas, Kalo kamu membayanginya rasanya kayak ada pepermint dibelakang kepala kamu yang keluar lewat pori pori kepala menuju akar rambut. hwaaa. perut saya saat itu sudah membaik makanya saya beranikan makan Bakso malang yang ini. Tetapi dengan sedikit sambal aja. Sebagai teman bakso. si penjual memberikan Pangsit, dan Tahu, nah tahu ini lah yang jarang sekali saya temukan di bakso malang yang biasa dijajakan di Palembang.

Oh ya, satu lagi yang membuat saya terkesan dengan warteg ini, karena saya sempat tersantuk oleh jendela warteg yang diangkat keatas, hingga orang orang disana pada teriak..#padahal aku yang sakit wkwkwk

Ternyata apa yang dikatakan Tv benar "Jakarta Banjir" wkwkwkwk


Perut sudah kenyang dan kopi yang mantap meski hanya kopi biasa, tapi manjur untuk menghilangkan kantuk.Perjalanan kami lanjutkan lagi ke tempat yang kemarin kami tuju. Ternyata toko ini pun masih ramai pembeli. 
Setelah melakukan pembayaran, kami gak langsung ambil barang dan pulang, karena saya ditraining terlebih dahulu untuk mempelajari  bagaimana cara sablon digital dengan menggunakan mesin heat press. 
Mesin yang berat kami paketkan via mex, dan yang ringan seperti bahan baku dan printer kami bawa sendiri. Tetapi, waktu sebenarnya masih pukul 4 sore lebih. Tetapi menghitung perjalanan dan waktu maka kami putuskan untuk tidak berlama lama lagi di mangga dua. segera pulang. yah andalan kami Bus Way.

Ternyata kami pulang di jam sibuk pulang kantor, dan memaksa kami harus berdesak desakan didalam busway, rasanya tak ada celah lagi untuk berdiri.
Sempittt
Dan saya pun mengikuti ibu untuk naik ke derah kursi belakang,ya dengan begitu bukan saya terbebas dari sempitnnya ruang,  justru saya merasakan penderitaan baru, leher sakit dan panas karena posisi baru malah memaksa merundukan kepala.hwaa. Bahkan saking sesaknya ruang ada seorang bapak yang terpisah dari anaknya saat memasuki bus, si anak tertinggal sedangkan si ayah berhasil menyelinap masuk. hwkwkwkwk setelah beberapa saat hingga akhirnya penumpang mulai sepi, kami baru bisa menikmati tempat duduk. sayangnya gak memperhatikan lagi pemberitahuan pramugara bus. seorang I bu bertanya pada ibu kemana tujuan kami, menyadari bahasa yang berbeda. sedangkan saya baru sibuk membuka inbox fb. Saat ibu bilang ia berhenti di koridor kampung melayu. Si ibu yang tampak seperti IRT itu mengatakan bahwa kami telah terlewatkan ditempat transit.
"waduh kelewatan? jadi gimana?" ujar ibu.
"turun aja disini,nanti cari yang kearah kp melayu" jawab seorang wanita
kebetulan bus ini baru saja menaikan penumpang. I bu melihat pintu masih terbuka segera saja ibu bilang "yuk dek" dan segeralah ia meloncat. dan saya yang gak sigap sambil pegang hape tertinggal, pintu sudah tertutup dan bus sudah benar-benar melaju #jadianakhilang. wkwkwkwk

tinggal satu hari lagi saya di sini. hmmm..besok kami berencana ke Pasar Cipulir dari Blok M......nyambung lagii

0 comments:

Post a Comment