Sunday, February 27, 2011

Projek Satu Semester Ini

Karena Aji Supeno berarti kekuatan harapan(cita cita)
Saat saya mengikuti training Esq di kampus hampir satu setengah tahun lalu, saya diberi tahu bahwa kita harus punya rencana, baik rencana jangka pendek, maupun rencana satu semester ini.
Oke, pada kali kali ini setelah usaha percobaan yang gagal maning gagal maning (gagal lagi gagal lagi) pada sebuah kaos #untung kaos kampanye yang jadi korban, justru membuat saya semakin bergairah untuk termotifasi terus berkarya.

sekilas flash
Projek koas ke Jogja dengan hiasan motif songket pada lengan tampaknya harus saya urungkan, dan karena kesalahan teknis, saya mungkin adalah orang yang suka ber eksperimen. termasuk dalam bisnis baru saya ini. didalam petunjukknya kertas inkjet paper hanya bisa digunakan pada kain jenis polcott, PE, Polyester dan satin, tetapi saya mencobanya pada catoon combed. dan hasilnya memang berhasil.. ya berhasil tersablon. tetapi warna yang dihasilkan justru lebih mirip kain yang mau pudar warnanya #gubraaakkk
Sebenarnya inkjet paper bisa kita ganti dengan HVS biasa. asalkan kita tetap memakai tinta khusus sublim. dan hasilnya memang lebih memuaskan pada bahan serupa kaos olahraga#menurut saya.
setelah saya dedel lengan kaos hingga terlepas dari badannya dan menghitung luasnya yang ternyata melebihi ukuran kertas A4 membuat saya harus benar2 membatalkan rencana saya. gak cukup luas, dan hasilnya dikhawatirkan justru akan jauh lebih merugikan.
sooo intinya Saya Gagal tetapi saya belajar.

Tetep etnik
jadi keputusan saya adalah memberikan motif songket yang lebih ditonjolkan pada latar tulisan Ilmu Komunikasi dengan Transfer Paper USA. dan malam ini saya harus ngobrak abrik desain lagi.

Projek Satu Semester:
Harapan saya sebenarnya bukan hanya projek ini berjalan selama satu semester.Tetapi saya  mau mempersiapkan secara matang selama satu semester ini untuk terus eksis dikemudian harinya. Yaitu kaos khas Palembang dengan motif songket. dan diharapakan sih nanti tidak hanya motif batik saja yang ada di pasaran, melainkan motif tradisional lainya seperti Songket Palembang "Sang Ratunya Kain".

Kenapa Kaos?
Kaos itu lebih dekat dengan anak muda, kata bung karno "DITANGAN PEMUDALAH NASIB SUATU BANGSA". Anak muda lah yang akan mengenalkan budayanya. dengan mengadopsi nasib baik batik akhir2 ini karena sekarang anak muda sangat bangga mengenakan batik maka batik menjadi sangat familiar.. dan teringat postingan saya sekitar  1,5tahun lalu tetang hari batik nasional yang juga menanyakan bagaimana nasib tekstil nusantara lainnya, maka sesuai dengan pasal 28c ayat 1 dan 2 UUD 45 saya berhak dong mengenalkan songket pada motif di t-shirt yang saya buat.wkwkwkwkwk
Kaos bisa lebih menyerap keringat (maklum Palem b anget). sangat cocok kan?
Kaos dipakai dalam keseharian, baik ke mall, dirumah aja, maen dengan tetangga atau berenang..?loh? jadi kita akan lebih dekat dengan motif songket.
Terus, ya karena saya bisnisnya kaos, kalo saya bisnisnya layang-layang ya layang-layangnya yang motif songket. wkwkwkw

Sebelum Salah Kaprah.
Masyarakat kita ini cenderung tidak menyukai "definisi", terkesan ribet ya, mesti paham betul definisinya, dan berbelit belit. tetapi keengganan kita mengetahui definisi apayang kita sebut sering sekali merugikan kita. kita lebih suka menyebutkannya, tetapi gak tau maknanya.sebagai contoh satu pertanya "Apa beda Efektif dan Efisien?" anak kuliahan aja belum tentu tahu apa bedanya..wkwkwkw begitu juga dengan pakaian. Nasib kurang menguntungkan diterima perajin batik, karena maraknya orang membeli batik Aspal(asli tapi palsu) yaitu batik sablon. dan bukan batik yang dibuat dengan canting dan malam. mereka suka bilang "ah aku mau beli baju batik sekolah," atau "ihh bagus ya kaos batik ini" padahal yang mereka pakai hanya bermotif batik dan bukan batik. #casing hape aja dibilang batik, giman coba,
nah, sebelum saya melancarkan aksi saya ini, saya ingin menghimbau kepada masyarakat, kaos bermotif songket saya ini bukan kaos songket. apalagi songket, melainkan hanya ada sedikit motif songket menghiasi t-shirt . Dan disini saya cuma mau mengkampanyekan kembali songket kepada anak muda agar mencintai kekayaan nusantaranya. Siapa tahu, nasib Songket bisa sesukses Batik?

Pe eRRRRRR
Usai dari jogja minggu depan Saya harusnya lebih sering jalan jalan ke Museum(terutama museum teksitil) dan Nemenin ibu belanja kain di pasar :D
mencari refrensi sebanyak mungkin tentang kain khas peninggalan kerajaan sriwijaya ini.


0 comments:

Post a Comment