Sunday, May 8, 2011

Flayer not Fly


Jumat lalu, hingga tengah malam  saya mengerjakan desain flayer yang merupakan tugas mata kuliah desain grafis yang saya ambil. Dan Sabtunya saya bekerja sambilan di salah satu mall sebagai penyebar flayer. Umumnya orang orang mengenal Flayer sebagai  brosur. Yang isinya mengajak kita melakukan sesuatu, atau membeli suatu produk. Tapi kalo diamati Flayer ternyata memiliki nilai seni. Selain juga nilai promosi.

Flayer dan Perang
Menurut sumber yang saya baca di internet(lupa url nya dimana) Sejarah Flayer bermula pada Perang Dunia II. Dimana Flayer digunakan sebagai media propaganda. Dari pesawat pesawat terbang selebaran flayer di terbangkan. Cara tersebut sangat ampuh ketika itu untuk mempropaganda masyarakat. 


Lalu bagaiamana dengan hari ini? Flayer tak lagi disebarkan melalui udara. Tetapi flayer sangat mudah kita jumpai. Datang saja ke mall. Anda akan dengan mudah mendapatkan flayer. Dari yang menawarkan menu makanan. Gadget seperti handphone atau laptop, hingga produk kecantikan. Flayer sekarang berperang merebut hati calon pembeli di pasaran.

Kadang Flayer ditaruh ditempat khusus, bagi siapa saja yang ingin mengambilnya bisa ambil sendiri. Atau anda bisa memintanya(umumnya di Museum atau Bandara) kepada resepsionis. Nah, yang sering kali membuat tertarik  meminta flayer adalah dengan keberadaan SPG (Sales Promotion Girl), selain tutur kata yang ramah, wajah yang cantik, seorang SPG dituntut mengetahui detail qualitas produk yang ada di flayer tersebut. Nah, menurut hasil pengamatan saya sih, beberapa orang bapak-bapak justru lebih banyak bertanya kepada SPG. Entah mereka ingin tahu detil produk tersebut atau hanya untuk membuang waktu mengobrol dengan SPG. Eits, jangan lupa masih ada orang seperti saya yang tugasnya membagi bagikan flayer secara gratis di pinggir jalan atau pintu masuk mall.

Flayer dan pengalaman Pertama.
Menjadi penyebar flayer ternyata bukan hal yang mudah, meski dibagikan secara gratis, masih banyak orang yang menolak. Sebut saja saya Flayer Boy (FB), menjadi seorang FB keramahan harus tetap di berikan. Kebanyakan penyebar flayer kadang tidak memiliki senyum yang manis seperti saya Hahaha. Beneran loh, dengan senyum orang-orang akan lebih mudah menerima flayer kita, bahkan membalas senyum. Tapi jujur, jurus itu pun membuat capek, bayangkan di terik matahari dan disembur gas dari kenalpot motor dan mobil. Membuat bibir saya terasa kering. Belum lagi tadi siang saya di tegur security dan ditanyakan surat izin.  Pekerjaan Advertising seperti ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Ya, tetapi hasil yang saya terima dirasa setimpal. Bahkan lebih rasanya. Alhamdulillah. Menyebar sekitar 1000 flayer dari pukul 1pukul 5 sore , dengan waktu istirahat rata rata 2 jam tergantung seberapa cepat kita menyebar flayer. Selama dua hari Saya memperoleh penghasilan sebesar Rp. 200.000 ditambah ongkos makan Rp 15.000 per hari.Total Rp 230.000, hmm menarik bukan.? Coba bayangkan andai sabtu dan minggu saja kita bekerja seperti ini. Artinya Rp 800.000 sebulan. Kalau setiap hari. Bisa 3 juta.hahaha tetapi kerjaan kayak gini belum tentu kita dapat setiap saat loh.  

Tips Trik menjadi Flayer Boy yang Baik. hehehe
Meski ini pengalaman pertama saya, tampaknya saya sudah memiliki sedikit trik yang cukup jitu untuk membuat orang tertarik menerima Flayer kita. Semoga bermanfaat. hahaha
Pertama, Senyum.
Salah satu Prinsip saya saat mengerjakan pekerjaan itu adalah bekerja sambil beramal. Loh kok beramal? Iya dong, menyebarkan flayer jelas mendapatkan upah. Tetapi selain bekerja kita pun harus beramal bukan?  Kata nabi, Senyum adalah Amal.  Dengan senyum orang yang menerima flayer kita akan dengan sukarela membalas senyum kita meski kadang saya liat mukanya terpaksa untuk senyum. Hahaha. Artinya kita pun membantu orang untuk beramal. Kalo dah senyum pasti nerima deh flayer yang kita berikan.
Kedua, Adil tetapi memiliki target.
Target saya adalah pengunjung mall ,baik itu pejalan kaki, pengendara motor, atau mobil. Bahkan saya memberikannya kepada tukang parkir (dan ternyata mereka tertarik) berharap nantinya mereka akan mengunjungi boot kami di atrium. Tetapi terkadang penyebar flayer melihat secara fisik calon pengunjung berada di kelas ekonimi menengah kebawah, penyebar flayer enggan memberikan flayer tersebut kepada mereka. Padahal, Who Knows? Orang yang kita anggap gak punya duit dan berjalan kaki justru memiliki kemampuan untuk membeli produk kita. Saat saya brefing dengan boss yang ngatur tata cara menyebar flayer itu. Si boss bilang, kasih kasihin sama yang naik mobil. Padahal menurut saya, pengendara mobil justru lebih “maaf” Sombong, Ketimbang Penolakan dari pengendara motor, Pengendara Mobil lebih sering menolak flayer kita.
Ketiga, Hati-hati Efek Latah.
Saat saya ditolak oleh seorang pengendara, pengendara pengendara lain dibelakannya akan menolak pula flayer saya. Saya hanya melihat itu sebagai efek latah. Alias ikut ikutan, satu menolak, yang lainnya menolak. Saat itu lah kita akan mengalami Penurunan semangat, hati hati dengan penurunan semangat itu. Karena Trik pertama akan berkurang (intensitas senyum menurun bahkan bisa saja cemberut)wkwkw. Kalo sudah seperti itu teruslah merasa seperti orang yang baru memulai bekerja.  Senyum lagi. Karena efek latah pun bisa kita manfaatkan. Dengan senyum, dibalas senyum, diberi dan langsung menerima. Akan membuat orang lain pun akan melakukan hal yang sama.

Keempat, Efek buruk berkendara.
Hehehe, agak menyimpang ya trik keempat, Umumnya pengendara motor atau mobil, mengendarai kendaraannya dengan muka yang cemberut. Muka kusut, dan jelek. Wkwkwkwk ya wajar mereka mungkin stress dijalan. Segarkan pikiran mereka dengan trik pertama. Dan kalau mereka membawa penumpang lain, berikan saja kepada penumpangnya yang lagi gak repot. Umumnya yang menumpang kan perempuan. Kalo Flayer boy nya Ganteng kan. Mereka senang menerimanya.

Kelima, Tunjukan Sisi menarik flayer anda.
Kadang penyebar flayer memberikan flayer kepada pengendara lain secara terbalik. Saya pun kadang gak sengaja melakukan itu. Dan efeknya pun terasa. Sisi yang lebih banyak tulisannya gak akan menarik untuk diberikan, Tunjukan sisi yang lebih banyak gambar, atau huruf yang besar(Umumnya itu halaman pertamanya). Jangan membaca flayer dari sudut anda membaca, tetapi dari sudut mereka membaca. Terbalik bagi kita, justru benar bagi mereka. Dan Sebaliknya bagi kita benar, justru mereka terbalik membacanya.

Keenam, Komunikasi Informatif
Bila diperlukan kita bisa berbincang kepada mereka yang menerima flayer kita untuk menjelaskan isi flayer tersebut. Yang intinya, Promosi.. wkwkwk

Kesimpulannya,
Ternyata saya termasuk penyebar flayer yang beruntung, saat saya beristirahat, saya memperhatikan bagaiaman Flayer boys, dan Flayer Girls yang lain,  frekuensi penolakan yang mereka terima ternyata jauh lebih banyak dari pada saya, kasian. Umumnya sih karena mereka terkesan memaksa, dan kurang ramah. Saya sebut sebagai Flayer Robot. Ya kayak robot aja, gak pake senyum, hanya berdiri didepan pintu toko sambil memegang flayer yang renyek mereka pegang sendiri. Untuk menghabiskan ratusan flayer, kurang lebih tadi 500 flayer.Hanya perlu waktu kurang dari satu jam.
Huh, terkadang saya menolak menerima flayer saat di mall, akhirnya saya merasakan juga  apa yang pernah saya perbuat kepada orang lain. Sungguh Parah juga perbuatan saya itu. Perasaan rendah itu muncul saat adanya penolakan. Atau bahkan flayer yang kita bagikan ujung ujungnya dibuang di pinggir jalan.
Jadi, pesan saya kepada teman teman yang baca, Yuk hargai penyebar flayer, mereka beri kita terima, Toh gratis juga.
dengan Crew lain

0 comments:

Post a Comment