Monday, May 2, 2011

Sang Pejalan Tangguh "The Walkman"

The Walkman, saya tidak bicara soal alat pemutar musik yang sempat  populer ditahun 90an itu. Tetapi secara harfiah The Walkman berarti Manusia Pejalan.
Kisah bermula saat naik bus jurusan Plaju-Km12 pukul 18:00 dari depan kampus, Suara musik yang memekakan telinga membuat kami sangat tidak nyaman untuk mengobrol bertiga (Saya, Khenta, dan Alin)
Alin : ini dia yang buat budek (tuli) cepet.
saya : lah liat aja tuh supir,Paling lama dia baru kerja jadi supir 5 tahun, tapi kita teriakin dia dari tadi aja dia budek. Mereka sudah tuli duluan.

Entah tersinggung atau apa.Akhirnya di depan Polda kami di oper ke bus lain. Tetapi tiba tiba Khenta teriak. " wow, di fly over macet, yuk jalan di fly over"
sebenarnya pejalan kaki tidak boleh melewati fly  over, tetapi kenapa gak di coba ya? setelah berunding sejenak akhirnya kami berjalan menaiki fly over yang pertama dan satu satunya di Palembang ini.

Wisata Macet
Sengaja kami mau melihat wisata macet.Ya, semenjak proyek pelebaran jalan Kol.H.Burlian kemacetan menjadi hal yang biasa kita lihat sehari hari. Kemacetan terjadi dari fly over sampai daerah Talang Buruk.
Suasana macet diatas Fly Over



2 Srikandi yang menemani perjalanan

disaat macet seperti ini, pejalan kaki seperti kami lebih cepat dari pada ferari atau porche.


Kekejaman Dijalan
Perjalanan kami isi dengan perbincangan yang sangat berarti. ya Soal jalan. kenapa pejalan kaki dikurangi hak hak nya? Proyek pelebaran jalan dibuat untuk melebarkan jalan yang akan dilalui pengendara. dan bukan untuk pejalan kaki, atau pesepeda. Trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki pun saat macet seperti ini kerap dijadikan jalan bagi pengendara bermotor. Justru disaat kami tersenggol kendaran itu, justru si pengendara yang marah marah. Gila.. dimana otaknya?
Khenta yang memulai pembicaraan tentang hak pejalan kaki,. bagi Khenta Pejalan kaki harusnya lebih dihormati daripada mereka yang berkendaraan mesin. masuk akal dan sangat masuk akal.silahkan renungkan.
tapi anehnya kami yang disuruh mengalah?
Kenapa pengendara pengendara itu sombong sekali. toh mereka juga kebanyak beli kendaraan itu dengan kredit.

Untuk Pemerintah dan Pemerintah Kota: Please ya, buatin jalan yang layak untuk pejalan kaki, dan pengendara sepeda. Jangan jadi alat kapitalis.

Katanya kota intenational, kota international bukan hanya soal alat transportasi masal modern. tetapi tentang Pejalan kaki, coba lihat bagaimana negara negara adi daya seperti Amerika, China dan Jepang, mereka punya jalanan yang luas untuk pejalan kaki, dan pesepeda. dengan dipinggirnya pepohonan yang rindang, membuat nyaman pejalan kaki. Bandingkan dengan disini. trotoar hanya diberikan 1 meter lebih aja. Itupun suka disrobot motor.

Ditengah perjalanan kami melihat tiga orang polisi justru dengan tenang dan lahapnya makan di pinggir jalan. bukannya berusaha untuk mengatur lalu lintas justru si polisi makan.weleh..

yang berpakaian Hijau mudah menyala terang itu adalah polisi yang duduk makan

 Sampai di JM sukarami, saya berpisah dengan dua orang srikandi itu. Karena mereka akhirnya minta jemputan Motor. dan saya?
Ohh, saya tak mau kalah dari mereka, meski diwanti wanti untuk naik bus atau angkot. saya justru nekad meneruskan perjalanan sampai kerumah.
Kurang lebih total perjalan saya malam ini dari simpang polda kerumah (daerah KM12) 8 Km.  yes, I'm The Walkman.
Foto diambil dikawasan Simpang empat Tanjung siapi-api ,Soekarno hatta
Saya siap, jalan kaki lagi.hahaha

sesampainya dirumah pukul 21:30 saya langsung mandi, dan makan yang banyak, minum yang banyak dan Posting. lalu Saya mau tidur sekarang.



6 comments:

  1. Sampe rumah, kita tepar sodara-sodara . .

    ReplyDelete
  2. hee. . . .asyik ny kaliannnnnnnnn >_<
    wkwkwkwk. . . .

    ReplyDelete
  3. wkwkwkwkw..
    saya punya ide, pulang dari kampus sampe rumah jalan kaki..

    ReplyDelete
  4. ahaha
    mantap ide itu,,.,
    aku ikut jikkkkkkkkk
    jijik
    haha

    ReplyDelete
  5. payo peh, kapan kita mau mulai. ..hahahah

    ReplyDelete