Sunday, July 10, 2011

Fira

Yang anti lebay, jangan baca tulisan ini ya. langsung close aja.oke. hahaha

Saya pernah bercita cita menjadi musisi,saat di kelas 5 SD ibu mendaftarkan ku kursus Organ Klasik di Swara Indah Music School di jalan kol.atmo.Menjelang UN SD saya  putuskan untuk berhenti kursus karena sibuk dengan mengejar nilai untuk kelulusan SD. tetapi Hasrat menjadi musisi sempat bertahan hingga SMP. kala itu adalah masa-masa dimana seorang anak ingin tahu lebih banyak, belajar lebih banyak,dan mencoba hal hal yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. termasuk bermusik. Saya sangat ingin bermain biola. Selama satu setengah tahun mengimpikan biola akhirnya di kelas 1 SMP saya dibelikan oleh ibu Sebuah Biola buatan lokal yang dibeli disalah satu toko musik di pasar 16( sekarang toko musik itu sudah tidak ada) Penjualnya adalah seorang Bapak tua keturunan Tionghoa, dan Pemuda Ayib (Arab). Dengan mempelajari secara otodidak, beberapa lagu pernah saya mainkan dengan lancar. Modal saya adalah Buku ensiklopedia Musik, dan Pelajaran Fisika.hahaha

Meniru Piyu Padi yang suka memberikan nama kepada gitar gitar kesayangannya. Saya pun memiliki nama-nama untuk alat-alat musik yang saya miliki. Biola saya itu saya beri nama Fira atau Agni. Karena warnanya yang merah dan kuning seperti api. agak lucu, Semua alat musik, saya beri nama yang rada Girly. hahaha saat itu saya beranggapan bahwa alat alat musik inilah pacar-pacar saya. #sebut saja Playboy.

Namun karena berjalannya waktu, saya sangat jarang bermain musik. Kesibukan di ekskul membuat beberapa alat musik saya terbengkalai.Termasuk Fira. ia hanya tersimpan didalm kotak. menjadi tempat cicak bertelur,  atau menjadi pajangan dekorasi kamar.

Dawai dawainya kini sudah berkarat. Tetapi beberapa teman yang datang  dan melihat fira, selalu tertarik dengannya, setidaknya untuk sekedar berfoto. bahkan ada yang ingin meminjamnya. Sabtu lalu saya sempatkan membeli dawai baru di Gramedia.
Dan malam ini saya sempatkan pacaran lagi dengan Fira. .Maaf suaranya agak fales, hihihi.

0 comments:

Post a Comment