Tuesday, October 25, 2011

Televisi Dan Pemanasan Global

Masyarakat selalu diberi tema tema tertentu setiap tahun, atau periodenya tetapi ketika waktu berlalu tema-tema itu sepertinya ikut berlalu juga. Sebagai contoh, banyak orang akan rajin ibadah, lebih banyak ngaji, dan sedekah pasti dibulan puasa. Ngasih kado bunga atau coklat pas Valentine, bersuka ria di malam Tahun Baru. Tapi setelah masa itu lewat?
Tak hanya masalah seremonial atau yang sepele, bahkan yang krusial pun kita akan memberi tema tema. Sebagai contoh Pemanasan Global, Go Green. Matikan Lampu Satu Jam. Isu isu itu sepertinya hanya tema tema saja.

Televisi sudah layaknya memiliki program program acara yang Go Green. pro terhadap upaya pencegahan Pemanasan Global, tak hanya acaranya saja, tetapi kegiatan mereka dibalik proses produksi acaranya.

Sunday, October 23, 2011

Bus Kota Vs TransMusi

Saya adalah pengguna moda transportasi Bus, baik bus kota maupun TransMusi, Postingan kali ini saya akan sedikit curhat tentang kondisi transportasi masal yang populer di masyarakat kota Palembang ini. Mulai dari berita buruk sampai berita bagusnya.

Bus Kota "Jet Coasternya Palembang"
Gelar ini saya pinjam dari sebutan seorang teman yang sangat suka naek Bus Kota, Suatu kelebihan yang dimiliki Bus Kota yang belum dimiliki oleh TransMusi adalah waktu tempuhnya. Jika saya tinggal di km12 dan ingin menuju Kampus di Plaju, waktu tempuh hanya kurang lebih 50menit. Bahkan jika tidak ada kemacetan, waktu tempuh hanya sekitar 40 menit saja. Hal ini terbalik dengan TransMusi yang disebut sebutu sebagai BRT alias Bus Rapid Transit. Kata Rapid yang mengidentikan Cepat ini nyatanya lebih lama. Jika saya dari daerah Km 12 menuju Kampus saya di Plaju waktu tempuh yang dipakai bisa mencapai satu jam lebih. Kecepatan dan ongkosnya yang lebih murah (Rp 2000.-) pun menjadi alasan Jet Coaster Palembang ini tetap diminati.
Tapi, saya memiliki banyak catatan buruk untuk transportasi ini, antara lain.
1. kurangnya kenyamanan dan Keamanan.
2. Pengemis, pengamen, bahkan Penyair yang syairnya kayak mau Nodong penumpang memilih Bus Kota sebagai tempat penghasilannya.
3. Jika Sepi penumpang, atau terjadi kemacetan panjang, bus Kota kerap menurunkan paksa penumpangnya. dengan uang ganti rugi separuhnya saja. Uang itu jelas tidak cukup untuk naek kendaraan kedua kalinya.

Nah, pengalaman beberapa hari yang lalu adalah ketika saya naek bus kota hendak kekampus, saya biasanya memilih bangku sebelah kanan, karena memiliki space yang lebih luas untuk kaki saya yang panjang.Tapi  Tiba tiba, saya kaget, disebalah triplek yang menjadi dinding kanan bus itu tiba tiba mengeluarkan asap hitam.  dalam benak saya, bus ini akan terbakar. Tapi saya berusaha untuk tidak langsung cemas dan menyelidiki penyebabnya secara sepintas saja. Apakah ini kerusakan mesin? atau ada yang membakar sesuatu dibalik triplek yang separuh terbuka itu. Khawatir tiba tiba meledak bus itu. saya memilih untuk pindah tempat duduk.  yang lebih aman dan memiliki jalur evakuasi yang lebih cepat. Saya pun tak mau langsung membuat cemas penumpang lain yang hanya sekitar 5 orang saja saat itu. Ternyata asap itu timbul jika bus baru akan jalan saat berhenti untuk menaik atau turunkan penumpang. Jadi kesimpulannya asap knalpot lah yang masuk kedalam ruang bus. mungkin Knalpot bocor. Saat itu saya agak sedikit lega. Tetapi hal ini bukan urusan yang sepele sebenarnya. Gas pembuangan BBM itu sangat berbahaya jika terhirup, salah satu gas beracun Carbon Monoksida (CO). gas inilah yang sering digunakan orang untuk bunuh diri didalam mobil seperti di film film. Katanya sih sering sering menghirup polusi, bisa buat otak agak dung dung. haha.
wanita ini bahkan terpaksa bermaskerkan sapu tangan

Friday, October 14, 2011

Apakah SBY Plagiat?


Ingatkah anda ketika menonton Televisi di pagi hari tanggal 17 Agustus 2011 lalu? Upacara bendera begitu meriah dan megah. Tapi satu hal yang lain dari upacara kemerdekaan sebelumnya, Bagi Saya  yang paling menarik adalah Paduan Suaranya, ada lagu lagu yang diciptakan Bapak Presiden yang dinyanyikan ikut dinyanyikan. Terlebih yang sangat mendapat pujian adalah lagu "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita" yang ikut dinyanyikan oleh seorang anak kecil bersama paduan suara. Sekali mendengarpun saya langsung jatuh hati dengan lagu itu. Terngiang ngiang dengan lirik dan nadanya yang menurut saya sangat bagus, easy listening. melodis sakali, juga mengalirkan semangat baru untuk tetap menjaga bumi kita dari kerusakan.

Tapi, ketika saya duduk santai diruang tamu beberapa waktu lalu. Ibu memutar lagu Gretchen Wilson yang berjudul "I don't Feel Like Loving You Today" saya langsung merasa, lagu ini mirip dengan lagu yang diciptakan oleh SBY, jadi segera saya membuka komputer dan searching di youtube, untuk memastikan kembali, sayangnya  saya tidak menemukan video 17agustusan itu. melainkan video Sandy Sondoro di salah satu TV Swasta yang juga menyanyikan "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita" milik SBY.

Untuk itu saya meminta pendapat dari blogger dan neters untuk menilai apakah Lagu SBY ini Plagiat? atau tidak? apakah memiliki kesamaan atau tidak? atau itu hanya perasaan saya saja?
Berikut Video yang telah saya Edit, yang berisi potongan lagu "Dari Jakarta  ke Oslo Untuk Bumi Kita" dan " I Don't  feel Like Loving You Today"



Aku Kembali

Setelah vakum beberapa minggu, akhirnya saya kembali ngeblog lagi. Kesibukan saya bulan ini memaksa saya untuk harus total dalam menjalankan tugas. Beberapa acara di kampus, dan pekerjaan diluar kampus saya tengarai sebagai penyebab terhambatnya saya blogging. bahkan untuk posting kali ini.
Tapi, saya rasa, kesibukan saya kemarin kemarin pun layak saya bagikan ceritanya untuk anda.

Pertama, Kesibukan dikampus, menyambut Mahasiswa Baru, dan Event Hero Of The Day. Di Event Hero Of The Day, saya bertindak sebagai sekretaris, yang tugasnya ngetak ngetik surat. dan Dokumentator acara, yang memberikan saya kesempatan memamunggul Camcorder Semi Pro. Menjadi Cameraman ternyata bukan untuk satu acara saja. Saya juga ikut mendokumentasikan Prosesi Wisuda. Penyambutan MaBa. bahkan dapat merekam sebagian kegiatan Training ESQ 165 yang merupakan bagian dari kegiatan OPDIK di Kampus. Tapi yang paling berkesan justru saat saya mendokumentasikan Kompetisi PaintBall di Hero Of The Day.
Saat itu saya merasakan seolah olah menjadi wartawan konflik perang. dimana ada baku tembak antara kedua belah pihak.Tapi justru yang sangat ditakuti jika hasil video buruk dan Camcorder milik kampus seharga 12juta rusak terkena peluru.
Ketika itu banyak peluru nyasar, beberapa kali nyaris saya terkena peluru karena terlalu dekat dengan peserta. Sedangkan perlengkapan yang saya pakai hanya Google Mask saja. tanpa pelindung dada. atau jaket. Tapi setelah saya perhatikan beberapa hasil video ternyata sorotan kamera saya cukup membantu Wasit untuk menjalankan permainan secara fair. Mungkin ketika itu saya menjadi Cameraman Paling eksklusif yang bisa merekam panjang peperangan itu. Sementara  orang lain terpaksa mengambil gambar diluar arena dibalik jaring jaring.
Tak hanya mendokumentasikan secara mentah kegiatan, saya dipercaya untuk proses editingnya juga. Ya, dengan sedikit pengetahuan tentang editing Video saya katakan "Bisa". mau nonton videonya bisa diintip di  akun youtube saya.