Wednesday, January 25, 2012

Dibalik Tiket TransMusi Anda

TransMusi, Bus Rapid Transit kebanggaan masyarakat Palembang memiliki sejarah tiket yang unik.
Pertama kali hadir(2009) TransMusi menggunakan tiket dengan kualitas yang baik, layaknya sebuah brosur tiket dicetak satu sisi, dengan tekstur yang licin dan berwarna, menampilkan dua Ikon kota Palembang yakni Jembatan Ampera dan Masjid Agung Palembang.
Namun akhirnya (Agustus 2010) TransMusi justru menggunakan tiket yang terbuat dari Kertas Foto Copy Warna (Hijau, Kuning, Biru, Merah Muda) dan menandai pergantian kata "Karcis Masuk" menjadi "Tiket Penumpang"

Nah diakhir tahun 2010 dan di awal tahun 2011, Tiket TransMusi berevolusi kembali, hadir dengan tiket yang sekaligus jadi kupon berhadiah. Jadi tiket transmusi tiap lembarnya terbagi dalam tiga bagian, bagian pertama tidak diberikan kepada penumpang, dua bagian lagi diberikan kepada penumpang, satu bagian yang bergambar logo PemKot Palembang dimasukkan kedalam kotak undian yang tersedia didalam bus, dan satu bagian lagi yang bergambar Ampera disimpan.

Setelah periode undian itu berakhir, tiket TransMusi semakin aneh, gambar ampera diperbesar dengan cara menarik gambar dari sisi dan bukan dari sudut, sehingga Ampera terlihat gendut.

Saat SeaGames Berlangsung Transmusi hadir dengan tiket baru Spesial SeaGames dimana tak ada gambar Jembatan Ampera. Dan mengembalikan tulisan "Tiket Penumpang" menjadi "Karcis Masuk".


Dan pada 12 Desember 2011 saat tarif transmusi naik menjadi Rp 4000.- tiket transmusi masih menggunakan tiket yang bertarif Rp3000 hanya diberi cap Rp 4.000. inilah yang menyedihkan.

Baru kemudian setelah berganti tahun, diawal januari 2011 tiket transmusi berubah, dengan cetak harga Rp 4000.

Namun di tiket yang baru kali ini saya menemukan keanehan, dan mengungkapkan sebuah fakta.

 "Ampera Pasar Pemasang Iklan"
kita bisa melihat Neon Box di pinggir jalan, dan dua buah Baliho di tower Ampera, gambar masih tetap sama dengan gambar ampera di tiket tiket lain yang dicetak di kertas warna. Neon Box saat itu digunakan untuk mengiklankan  merk Rokok, kemudian Baliho yang berada di tower digunakan untuk keperluan komersil dan politik. namun pada Agustus 2008 Baliho tersebut telah dicopot hingga saat ini. Kini NeonBox dan Baliho memang sudah tidak ada, namun kawasan disekitar ampera justru menjadi tempat promosi berbagai provider seluler, mulai dari atap pasar 16 ilir, tembok gedung, Plang nama toko, hingga banner banner. Jadi kesimpulannya gambar Ampera ini diambil pada tahun 2008

#Gambar Ampera Miror
terlihat Neon Name pasar 16 ilri


Ampera terlihat aneh, karena  terlihat gedung Pasar 16 Iliri dari sebelah kiri Ampera, padahal jika kita berada diseberang ulu seperti sudut pengambilan gambar ampera pada tiket ini, Pasar 16 iliri tak akan pernah bisa dilihat berada disebelah kiri sementera dihalangi oleh jembatan ampera, jad kesimpulannya gambar Ampera pada tiket ini dan beberapa tiket lainnyadicetak Miror/terbalik.

Lalu jika demikian, Apa Tujuannya? mungkinkah ini cara untuk menyamarkan tindakan pembajakan sebuah karya(foto) tanpa harus memberi royalti si pemilik foto tersebut?

2 comments:

  1. kunjungan hangat.. kunjung balik ya. jangan lupa follownya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. trima kasih atas kunjungannnya, waduh mas, lama baner saya buka blog mas. terlalu banyak script kayaknya.

      Delete