Thursday, March 29, 2012

Demonstrasi, Pecah Belah Mahasiswa



BBM akan naik April nanti, dan ini tampaknya memang bukan soal April Mop seperti yang sering ada dalam canda twitter akhir-akhir ini. Setiap hari demonstrasi  terjadi di kota-kota besar, siapa pelakunya? Mahasiswa.

Mahasiswa mengalami dilematika akut saat ini, sebagian mahasiswa sangat bersemangat jika akan menggelar demonstrasi, tapi sebagian yang lain menganggap hal itu sebagai perbuatan bodoh dan lebih memilih berteduh didalam kampus. Mahasiswa kini terpecah dalam hingar bingar kebebasan berpendapat. Jangan berpikir bahwa mahasiswa adalah umat yang satu seperti era 98, kini semua berbeda.

Dua hari ini, dihalaman depan kampus kami sekelompok mahasiswa yang berasal dari salah satu UKM berkoar-koar dengan megaphone mengajak mahasiswa lainnya ikut demonstrasi turun kejalan. Di facebook antar mahasiswa berdebat meributkan demo itu sendiri. 

Mengapa ini bisa terjadi?


Mahasiswa kini lebih disibukkan dengan cita-cita ”nilai tinggi, lulus cepat, kemudian bekerja” demonstrasi bukan variabel sebab dari cita cita itu tentunya, tapi itu bukan berarti mahasiswa tidak punya sikap kritis setidaknya untuk mengkritisi demonstran itu sendiri.  8 dari 10 mahasiswa setiap hari mengakses internet dan jejaring sosial, mereka seolah mendapatkan pelampiasan untuk mengemukakan pendapat, mereka bebas mengkritisi bbm yang naik yang ikut menaikkan harga sembako. Pergerakan massa kini lebih berkutak pada jejaring sosial mereka berpikir  internet akan membawa pesan kepada para penguasa untuk lebih memperdulikan mereka , benarkah itu?

Menurut pengamatan saya, lembaga pemerintah saat ini tidak memiliki saluran yang transparan dan terbuka dalam hal pengaduan masyarakat, lembaga pemerintah masih memakai cara-cara lama, kuno dan ketinggalan. Namun sayangnya kita seolah merasa internet talah membuka mata telinga dan hati mereka padahal itu nonsen.  Sebagai contoh ;  setiap kali terjadi pemadaman listrik tiba-tiba oleh PLN kita terbiasa membuat tweet atau status facebook yang meminta PLN untuk menghidupkan lampu/apakah itu akan membuat mereka tahu bahwa anda sedang membutuhkan listrik saat itu? Oke, mungkin ada lembaga pemerintah yang memiliki fan page atau twitter  tapi yakinkah itu sebagai akun resmi mereka?.
saluran pengaduan selalu tertutup, disaring, dan tidak transparan saudara-saudara. misalkan lagi ; komunikasi SMS Presiden 9949 yg dinilai satu setengah arah dalam buku Jaya Suprana "Antologi Kelirumologi" karena setiap SMS yg dikirim bukan langsung dibaca presiden. buktinya setiap saat anda SMS ke 9949 akan mendapatkan SMS balasan yang sama. Saya pernah ngirim surat ke Presiden via situs kepresidenan. tapi ternyata surat saya gak ditampilkan, hanya surat-surat yg memuji kepemerintahannya saja yang di publish. 

Intinya dengan cara santun, dan lembut pesan kita tidak pernah sampai kepada penguasa. lalu dengan cara apa lagi? 
Pemerintah yang masih menggunakan cara yang ketinggalan zaman pasti akan dibalas dengan cara yang ketinggalan zaman pula, "Turun Kejalan". Memancing media meliput mereka. kalau Demo yang biasa saja tanpa sesuatu yang spesial gak akan masuk halaman pertama koran, atau berita utama di TV. Itulah mengapa mahasiswa yang ditanya kenapa aksi demonstrasi mereka kerap vandalis , mereka akan menjawab agar pesan mereka didengar. Namun sikap vandalis, akan berhadapan dengan tindakan represif dari kepolisian. Media meliput, warga menonton dirumah, dan kita menilai. Aksi brutal demonstran itu menyebabkan antipati masyarakat dan sebagian kalangan mahasiswa terhadap aksi demonstrasi itu sendiri. tak ada yang suka dengan tontonan kekerasan begitupula pelakunya.

Sore tadi seorang teman yang berbeda kampus datang dan menceritakan bahwa ia disebut banci oleh mahasiswa dari kampus lain karena mahasiswa dikampusnya tidak ikut demonstrasi. Tak hanya di kampus teman saya, di kampus saya sendiri ajakan kepada mahasiswa lain pun beberapa kali menyinggung perasaan. inilah yang saya sebut dilematika akut mahasiswa.  dimana mereka bingung dimana mereka harus berdiri dan menentukan sikap. Mungkin sudah saatnya mahasiswa memiliki perencanaan aksi yang lebih santun namun tetap Nendang. 

Kembali teringat oleh pesan dosen saya sekitar satu setengah tahun yang lalu, saat kami mau melakukan unjuk rasa dalam internal fakultas, "Jangan paksakan abu-abu menjadi putih atau hitam, jika kau paksakan maka kalian akan clash", Dengan niat yang baik demonstrasi kami lakukan secara elegan, diskusi membahas apa yang sebaiknya dilakukan demi kemajuan bersama. alhasil tuntutan kami diterima, dan beberapa diantaranya dikabulkan. 
Saya masih ingat bagiamana kami harus mempersiapkan secara matang demonstrasi tersebut, mulai dari pengumpulan data-data, hingga memikirkan dampaknya, bahkan akibat terburuknya sekalipun, juga peluang keberhasilannya. Membahasnya hingga malam hari, dan akhirnya kami masih bisa melihat matahari pagi bersinar lebih baik esoknya.

Tapi menurut saya Demonstrasi itu Penting, ya setidaknya sampai kita bisa menemukan saluran penyampaian pendapat yang tepat, transparan #efektif selain demonstrasi. Jika tanpa kontrol "Demonstrasi" maka pemerintah dikemudian hari akan lebih semena-mena membuat peraturan dan kebijakan.

Saya masih percaya mahasiswa adalah garda terdepan demonstran, dan kaum terakhir demonstran, jika tak ada mahasiswa yang demo, maka tak akan lagi ada demo.

6 comments:

  1. kita akan menggantikan mereka suatu saat nanti, jadi siapkanlah dirimu. percuma kalian mahasiswa teriak2 di jalan tp nanti setelah mengemban amanah rakyat berperilaku sama saja.
    ingatlah saudaraku calon pemimpin, belajarlah menjadi manusia jujur. jika kalian akan menerima sesuatu dan kalian malu jika mengatakannya di depan umum, jangan menerima itu sebagai milik kalian, karena itu adalah bentuk kebohongan yg sesungguhnya..
    jangan hanya teriak karena hilang beberapa keuntungan kalian, tp teriaklah pada diri sendiri apa kalian sudah cukup jujur dengan apa yg kalian miliki saat ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener juga, sebagian dari pendemo dahulu kini menjadi pembuat kebijakan..

      Delete
  2. diluar dugaan, ternyata BBM gak jadi naik (tempo6bulan)..hahaha April Mop Beneran..

    ReplyDelete