Thursday, August 2, 2012

Jangan Klaim Atlet Asing

Masihkah ada peluang Indonesia untuk mendapat medali emas olympiade? tradisi emas olympiade akankah berhenti? Sedihkah indonesia?
Saya kesel, jujur kesel sama berita di TV, dan media berita online. apalagi pasca didiskualifikasinya atlet ganda putri kita di cabang bulu tangkis. seolah media mempecundangi negerinya sendiri.

Bermula dari diskualifikasi, media seolah menunjukkan bahwa ganda campuran kita bermain curang. Noo, bukan curang itu strategi mereka. mereka disini pun bukan hanya pemain, melainkan instruktur dan pelatih, bahkan menurut saya, justru saya merasa, bahwa Greysiana Poli dan Meiliana Jauhari siap untuk menghadapi lawan sekuat apapun meski mereka kemungkinan akan kalah. yang menjadi masalah justru sistem pertandingannya, yang membuat atlet terpaksa harus kelelahan. Saya tetap mengharapkan Greysiana Poli dan Meiliana Jauhari tetap semangat, dan terus berprestasi.

Hingga tulisan ini diturunkan Indonesia berada di posisi ke 29 dengan perolehan 1 medali perak, dan 1 medali perunggu. Emas? ya sekali lagi media seolah mendramatisir berita dan mempecundangi kita semua, dengan deadline, Berhentinya tradisi emas.

Lebih parahnya lagi, pagi ini ada tweet dari salah satu media tv dan online indonesia

 Perenang tersebut adalah Ranomi Kromowidjojo, sebuah nama yang indentik sekali dengan nama Indonesia, ups maaf nama jawa, seperti nama saya juga. Ranomi sendiri bukanlah keturunan Indonesia, melainkan keturunan Jawa Suriname.
Tapi Jawa loh bung, Jawa, !!!? (saya harap ada yang nanya seperti itu)
Terus orang Jawa harus bilang Wow ! ? gitu? :p

Jawa Suriname bukanlah Jawa Indonesia, om media, harusnya bisa ngebedain dong. Indonesia itu baru diakui jadi satu negara tahun 1945,umurnya baru 67 tahun. Imigran Jawa telah datang ke Suriname dari 1880an, saat itu merupakan daerah kekuasaan Belanda. dan dimerdekakan dari Belanda tahun 1975.

Orang jawa di suriname, mengakui bahwa mereka adalah orang jawa, tapi bukan orang indonesia tentunya. Itu pula mengapa Suriname pun mengklaim batik, dengan label Batik Jawa Suriname dan lebih dikenal sebagai Batik Suriname,dan hal itu telah terdaftar di UNESCO, sama seperti Indonesia, dan Malaysia

Dan sayangnya, media kok ngeklaim Ranomi sebagai keturunan Indonesia, alhasil banyak orang menyayangkan kenapa Ranomi justru membela Belanda di Olympiade sehingga mendapatkan Emas.
Menurut saya tidak ada yang disayangkan dan tidak ada yang harus dibanggakan bagi kita sebagai orang Indonesia atas kemenangan Ranomi,Hubungan Ranomi dan Indonesia tak ubahnya seperti hubungan Republik Rakyat China dengan Susi Susanti (Wan Lian) Atlet Bulu Tangkis Senior Indonesia yang telah mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia
Hanya saja, Ranomi dan  banyak atlet lainnya sangat menginspirasi kita, bahwa siapapun mereka, apa latar belakang bangsa, negara, ras, maupun agamanya sama-sama memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik, dan sang juara.

1 comment:

  1. inspiratif mas!! saya sangat setuju dengan semangat yang mas gelorakan dan saya juga mengutuk semua media yang menggemborkan kepada masyarakat sifat2 pesimis dan tidak nasionalis!!

    ReplyDelete